<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037</atom:id><lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 01:07:13 +0000</lastBuildDate><title>Sahabat, ini catatan yang dipilih, melihat haram&amp;halal yang tdk jelas saat ini...</title><description>&lt;b&gt;Perjalanan Menemukan Pemahaman Tentang Agama...Wanita, Kisah Nabi, Hukum Islam, Fiqh, Keluarga, Kisah Favorite, dan lain-lain. Terima Kasih ALLAH SWT&lt;/b&gt;.</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Murtadho)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-3732355906729574599</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-04T21:55:04.779-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Hikayat</category><title>Rasa Lapar</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dinukil dari Manaqib Mirsayid Ali Hamadani, tatkala Adam dan Hawa turun ke bumi, iblis menitipkan anaknya yang bernama Khannas kepada Hawa saat Adam pergi ke suatu tempat. Iblis berkata kepada Hawa, "tolong jaga anakku ini!" lalu dia pergi. Saat Adam datang, ia bertanya,"siapa ini?" "anak iblis", jawab Hawa. "kenapa kamu menjaganya. Dia adalah musuh kita!" tegas Adam. Lalu Adam memotong motongnya menjadi empat dan setiap potongan ia letakkan di puncak gunung. Ketika Adam pergi, iblis datang dan menengok anaknya. Maka Hawa menceritakan kejadiannya. Iblis menjerit memanggil-manggil, "Khannas! Anakku!" Khannas langsung hadir dalam bentuk semula, kemudian iblis pergi meninggalkan Hawa dan Khannas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam datang dan melihat Khannas, ia bertanya kepada Hawa bagaimana hal ini bisa terjadi. Hawa pun menceritakannya. Kemudian Adam membakar Khannas dan abunya dibuang ke air, lalu pergi. Iblis datang lagi. Untuk kedua kalinya ia memanggil dan Khannas pun muncul. Setelah Adam datang dan melihat ada Khannas, amarah pun menguasainya, Khannas dibunuh lalu dimakannya, kemudian pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hawa menyampaikan keadaan anaknya ketika iblis datang. Iblis memanggil " Ya Khannas!", dari dalam tubuh Adam, Khannas menjawab "aku disini, ayah!" "dimana?" tanya ayah "aku di perut Adam!" "hai anakku, kau telah menemukan tempat yang mulia, jangan sampai kau keluar dari tempat itu! Inilah tujuanku di balik semua ini!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-3732355906729574599?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2009/09/rasa-lapar.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-6653742157755572472</guid><pubDate>Fri, 19 Jun 2009 09:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-19T02:35:02.815-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Macam Hukum Syariah</category><title>Macam Hukum Syariat Islam</title><description>&lt;strong&gt;Syari’at Islam mempunyai 2 sumber hukum dalam menetapkan undang-undangnya, yaitu: Al-Qur’an dan Hadits, walaupun sebagain ‘ulama’ memasukkan ijma’ dan qiyas sebagai sumber hukum syari’at Islam. Segala ketetapan di dalam agama Islam yang bersifat perintah, anjuran, larangan, pemberian pilihan atau yang sejenisnya dinamakan sebagai hukum-hukum syara’ atau hukum-hukum syari’at atau hukum-hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum syara’ adalah seruan Syari’ (pembuat hukum) yang berkaitan dengan aktivitas hamba (manusia) berupa tuntutan, penetapan dan pemberian pilihan. Dikatakan Syari’ tanpa menyebutkan Allah swt sebagai pembuat hukum karena agar sunnah Nabi Muhammad saw termasuk didalamnya. Dikatakan pula “aktivitas hamba”, tidak menggunakan mukallaf (orang yang dibebani hukum), agar hukum itu mencakup anak kecil dan orang gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar ada 5 macam hukum syara’ yang mesti diketahui oleh kita:&lt;br /&gt;1. Wajib&lt;br /&gt;2. Sunnah&lt;br /&gt;3. Haram&lt;br /&gt;4. Makruh&lt;br /&gt;5. Mubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wajib: para ‘ulama’ memberikan banyak pengertian mengenainya, antara lain:&lt;br /&gt;“Suatu ketentuan agama yang harus dikerjakan kalau tidak berdosa“. Atau “Suatu ketentuan jika ditinggalkan mendapat adzab“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: makan atau minum dengan menggunakan tangan kanan adalah wajib hukumnya, jika seorang Muslim memakai tangan kiri untuk makan atau minum, maka berdosalah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, Shalat subuh hukumnya wajib, yakni suatu ketentuan dari agama yang harus dikerjakan, jika tidak berdosalah ia.&lt;br /&gt;Alasan yang dipakai untuk menetapkan pengertian diatas adalah atas dasar firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (النور:63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (An-Nur: 63)&lt;br /&gt;Dari ayat diatas telah jelas bahwa setiap orang yang melanggar perintah agama maka akan ditimpa musibah atau adzab, dan orang yang ditimpa adzab itu tidak lain melainkan mereka yang menyalahi aturan yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sunnah:&lt;br /&gt;“Suatu perbuatan jika dikerjakan akan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa“. Atau bisa anda katakan : “Suatu perbuatan yang diminta oleh syari’ tetapi tidak wajib, dan meninggalkannya tidak berdosa“&lt;br /&gt;Contoh: Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا. -رواه البخاري و مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Shaumlah sehari dan berbukalah sehari“. Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits ini ada perintah -صُمْ- “shaumlah”, jika perintah ini dianggap wajib, maka menyalahi sabda Nabi saw yang berkenaan dengan orang Arab gunung, bahwa kewajiban shaum itu hanya ada di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..مَا فَرَضَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ الصِّيَامِ؟ فَقَالَ شَهْرَ رَمَضَانَ إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ شَيْئًا….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“….apa yang Allah wajibkan kepadaku dari shaum? Beliau bersabda: (shaum) bulan ramadhan, kecuali engkau mau bertathauwu’ (melakukan yang sunnah)….” Hadits riwayat Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari riwayat ini jelas bahwa shaum itu yang wajib hanyalah shaum di bulan ramadhan sedangkan lainnya bukan. Jika lafadz perintah dalam hadits yang pertama “shaumlah” itu bukan wajib, maka ada 2 kemungkian hukum yang bisa diambil:&lt;br /&gt;1. Sunnah&lt;br /&gt;2. Mubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaum adalah suatu amalan yang berkaitan dengan ibadah, maka jika ada perintah yang berhubungan dengan ibadah tetapi tidak wajib, maka hukumnya sunnah. Kalau dikerjakan mendapat pahala jika meninggalkannya tidak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan untuk menetapkan hal itu mendapat pahala adalah atas dasar firman Allah swt:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ. -يونس: 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi orang-orang yang melakukan kebaikan (akan mendapat) kebaikan dan (disediakan) tambahan (atas kebaikan yang telah diperbuatnya)” –S.Yunus: 26-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt memberi kabar, bahwasanya siapa saja yang berbuat baik di dunia dengan keimanan (kepada-Nya) maka (balasan) kebaikan di akhirat untuknya, sebagai mana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-هَلْ جَزَاءُ الإِحْسَانِ إِلاّ الإِحْسَانُ. –الرحمن:60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)” S. Ar-Rahman: 60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memahami bahwa orang yang melakukan suatu kebaikan selain mendapatkan balasan atas apa yang telah dia lakukan, terdapat pula tambahan yang disediakan, dan tambahan ini bisa kita sebut sebagai “ganjaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Haram:&lt;br /&gt;“Suatu ketentuan larangan dari agama yang tidak boleh dikerjakan. Kalau orang melanggarnya, berdosalah orang itu“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Nabi saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-لاَتَاْتُوا الكُهَّانَ. –رواه الطبراني&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu datangi tukang-tukang ramal/dukun“. Hadits riwayat Imam Thabrani.&lt;br /&gt;Mendatangi tukang-tukang ramal/dukun dengan tujuan menyakan sesuatu hal ghaib lalu dipercayainya itu tidak boleh. Kalau orang melakukan hal itu, berdosalah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan untuk pengertian haram ini, diantaranya sama dengan alasan yang dipakai untuk menetapkan pengertian wajib, yaitu Al-Qur’an S.An-Nur: 63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makruh:&lt;br /&gt;Arti makruh secara bahasa adalah dibenci.&lt;br /&gt;“Suatu ketentuan larangan yang lebih baik tidak dikerjakan dari pada dilakukan“. Atau “meninggalkannya lebih baik dari pada melakukannya“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: Makan binatang buas. Dalam hadits-hadits memang ada larangannya, dan kita memberi hukum (tentang makan binatang buas) itu makruh.&lt;br /&gt;Begini penjelasannya: binatang yang diharamkan untuk dimakan hanya ada satu saja, lihat Al-Qur’an Al-Baqarah: 173 yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ… –البقرة: 173&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak lain melainkan yang Allah haramkan adalah bangkai ,darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata إِنَّمَا dalam bahasa Arab disebut sebagai “huruf hashr” yaitu huruf yang dipakai untuk membatas sesuatu. Kata ini diterjemahkan dengan arti: hanya, tidak lain melainkan. Salah satu hadits Nabi saw yang menggunakan huruf “innama” ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا أُمِرْتُ بِالْوُضُوْءِ إِذَا قُمْتُ إِلَى الصَّلاَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak lain melainkan aku diperintah berwudhu’ apabila aku akan mengerjakan shalat“. Hadits riwayat Imam Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini berarti bahwa wudhu hanya diwajibkan ketika akan mengerjakan shalat. Lafazh إِنَّمَا pada ayat ini ia berfungsi membatasi bahwa makanan yang diharamkan itu hanya empat yaitu: bangkai, darah, babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka kalau larangan makan binatang buas itu kita hukumkan haram juga, berarti sabda Nabi saw yang melarang makan binatang buas itu, menentangi Allah, ini tidak mungkin. Berarti binatang buas itu tidak haram, kalau tidak haram maka hukum itu berhadapan dengan 2 kemungkinan yaitu: mubah atau makruh. Jika dihukumkan mubah tidak tepat, karena Nabi saw melarang bukan memerintah. Jadi larangan dari Nabi itu kita ringankan dan larangan yang ringan itu tidak lain melainkan makruh. Maka kesimpulannya: binatang buas itu makruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mubah:&lt;br /&gt;Arti mubah itu adalah dibolehkan atau sering kali juga disebut halal.&lt;br /&gt;“Satu perbuatan yang tidak ada ganjaran atau siksaan bagi orang yang mengerjakannya atau tidak mengerjakannya” atau “Segala sesuatu yang diidzinkan oleh Allah untuk mengerjakannya atau meninggalkannya tanpa dikenakan siksa bagi pelakunya“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: dalam Al-Qur’an ada perintah makan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَيُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” Al-A’raf: 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi perintah ini dianggap mubah. Jika kita mewajibkan perintah makan maka anggapan ini tidak tepat, karena urusan makan atau minum ini adalah hal yang pasti dilakukan oleh seluruh manusia baik masih balita atau jompo. Sesuatu yang tidak bisa dielak dan menjadi kemestian bagi manusia tidak perlu memberi hukum wajib, maka perintah Allah dalam ayat diatas bukanlah wajib, jika bukan wajib maka ada 2 kemungkian hukum yang dapat kita ambil, yaitu: sunnah atau mubah. Urusan makan atau minum ini adalah bersifat keduniaan dan tidak dijanjikan ganjarannya jika melakukannya, maka jika suatu amal yang tidak mendapat ganjaran maka hal itu termasuk dalam hukum mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaLLAHU a’lam bis shawaab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan:&lt;br /&gt;• Tafsir Ibnu Kastir&lt;br /&gt;• Seri Tafsir Ayat-ayat Hukum buku2, luthfie abdullah Ismail&lt;br /&gt;• Mudzakkirah ushulil fiqh, Imam Ibnu Qudamah Al-Hambali&lt;br /&gt;• Ushul Fiqh, Dr. Husain Hamid&lt;br /&gt;• Taisir Al-Wusul ilal Ushul, ‘Atha bin Khalil diterjemkan oleh Yasin As-Siba’i&lt;br /&gt;• Soal-Jawab, A. Hassan&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-6653742157755572472?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2009/06/macam-hukum-syariat-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-2046969473096801355</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-08T21:31:02.474-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Sosok Ya'juj dan Ma'juj</category><title>Sosok Ya'juj  dan  Ma'juj</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam Al-Quran, kata Ya'juj dan Ma'juj disebutkan dua kali yaitu pada surat Al-Kafhfi ayat 94 dan surat Al-Anbiya 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (QS. Al-Kafhi: 94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga apabila dibukakan Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al-Anbiya: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Ya'juj dan Ma'juj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama sepakat bahwa berdasarkan keterangan dari banyak dalil baik Al-Quran mapun sunnah, maka sosok Ya'juj dan Ma'juj ini adalah manusia yang berasal dari keturunan Nabi Adam a.s. Atau tepatnya dari keturuan Nabi Nuh a.s. melalui jalur keturunan Yafits. Yafits adalah salah satu anak Nabi Nuh as. (lihat An-Nihayah/Alfitan dan Malahim jilid. 1 hal. 153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ya'juj dan Ma'juj itu adalah dari anak Adam. Dan kalau diutus kepada manusia pastilah akan membuat kerusakan dan tidak yang mati dari keduanya kecuali meninggalkan seribu keturunan atau lebih. (HR At-Tayalisi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Ya'juj dan Ma'juj merupakan tanda dari akan segera terjadinya kiamat kubro, yaitu saat mereka bisa terlepas dari penjagaan tanggul/benteng yang telah didirikan untuk memenjarakan mereka di masa Zulkarnain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" Dzulkarnain berkata, "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan, agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, "Tiuplah." Hingga apabila besi itu sudah menjadi api, diapun berkata, "Berilah aku tembaga agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu." Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa melobanginya. Dzulkarnain berkata, "Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar." (QS Al-Kahf: 94-98)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terlepas, mereka akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dan menjadi tanda segera datangnya kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mana Lokasi Ya'juj dan Ma'juj?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada nash atau keterangan yang sharih tentang posisi dimana Ya'juj dan Ma'juj itu dipenjarakan oleh Zulkarnain. Yang ada hanyalah keterangan sepotong saja bahwa tempatnya di wilayah timur di sebuah tempat yang diapit oleh dua gunung yang besar. Namun detail lokasinya tidak pernah disebutkan dalam hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada yang mengatakan bahwa mereka dipenjarakan di daerah Tirmiz, namun ini tetap masih jadi perbedaan di kalangan ahli sejarah. Kita tidak bisa memastikannya karena tidak ada data yang akurat dari sisi nash Quran dan sunnah. Mungkin nanti penemuan ilmiyah di masa mendatang akan bisa memberikan gambaran lebih detail, yaitu pada saat terjadi peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ditulis oleh Hari Kuswanto    &lt;br /&gt;Saturday, 19 January 2008&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-2046969473096801355?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2009/02/sosok-yajuj-dan-majuj.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-5849010141914895800</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 05:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-08T21:11:26.160-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Meniru Orang Kafir</category><title>Meniru Orang Kafir</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Banyak kaum Muslim yang terbawa arus peradaban Barat maupun kebiasaan-kebiasaan yang bukan berasal dari Islam, seperti mengikuti perayaan tahun baru Masehi atau bahkan merayakan Natal bersama. Bagaimana hukumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, Rasulullah saw. memang membolehkan kaum Muslim untuk meniru-niru (perbuatan/kebiasaan) orang-orang kafir (ahli kitab) dan menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan orang-orang musyrik. Hal itu tampak pada hadis berikut (yang artinya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw (pada awalnya) suka melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang dilakukan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam perkara yang tidak dilarang. Ahli kitab tidak suka memotong rambut (membiarkannya panjang), sedangkan orang-orang musyrik membelah rambutnya di tengah-tengah. Kemudian Rasulullah saw. membiarkan rambutnya memanjang dan memotongnya sebagian.  (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hadis tersebut kemudian di-nasakh (dihapus hukumnya), sehingga perbuatan kaum Muslim yang meniru-niru kebiasaan ahli kitab tidak lagi dibenarkan. Mengomentari hadis tersebut, Ibn Hajar al-Asqalani berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. sering meniru-niru ahli kitab untuk menarik simpati mereka dan apa yang dilakukannya itu berlawanan dengan perbuatan orang musyrik. Tatkala orang-orang musyrik banyak yang masuk Islam (di Madinah), sementara ahli kitab (banyak yang) tetap mempertahankan kekufurannya, maka Rasulullah saw. segera meninggalkan perbuatannya yang meniru-niru ahli kitab. (Fath al-Bâri, jld. X/361-362).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang dilakukan Rasulullah saw. saat itu dengan meniru-niru kebiasaan ahli kitab adalah dalam rangka meraih suartu maksud/kepentingan, yakni ingin menarik simpati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap membedakan diri dengan kebiasaan orang-orang musyrik (baik Majusi maupun penyembah berhala), juga dengan ahli kitab sangat tegas dilakukan oleh Rasulullah saw. dan kaum Muslim.  Hal itu tampak, misalnya, pada beberapa kebiasaan berikut(sebagai contoh):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Berubahnya arah kiblat, yang semula menghadap masjid al-Aqsha ke arah masjid al-Haram (Baitullah). Itu ditandai dengan diturunkannya firman Allah Swt.:&lt;br /&gt;2.Sungguh Kami sering melihat mukamu tengadah ke langit (menunggu perintah/wahyu agar beliau menghadapkan shalatnya ke masjid al-haram). Lalu Kami memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai.  (QS al-Baqarah [2]: 144).&lt;br /&gt;3.Cara salam kaum Muslim berbeda dengan ahli kitab. Rasul bersabda:&lt;br /&gt;Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani. Cara salam orang-orang Yahudi adalah dengan isyarat (jari tangannya), sedangkan cara salam orang-orang Nasrani adalah dengan (telapak) tangannya.  (HR at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;4.Mencukur kumis dan memanjangkan jenggot. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Panjangkanlah jenggot, cukurlah kumis, dan semirlah ubanmu; jangan menyerupai orang-orang Yahudi dan Nasrani.  (HR Ahmad, Ibn Hibban, dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;5.Membedakan pelaksanaan shaum sunnat dari tanggal 10 asy-Syura (10 Muharram) yang merupakan hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi puasa sunnat pada tanggal 9 Muharram. Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;Pada tahun depan, insya Allah, kita akan melakukan shaum pada hari kesembilan (9 Muharram).  (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi perkara-perkara lain yang secara sengaja Rasulullah saw. membedakan diri dengan orang-orang kafir maupun musyrik, seperti membedakan dua hari raya (Nairuz dan Maharjan, perayaan bangsa Persia) dengan dua Id (yakni Idul Fitri dan Idul Adha). Dibolehkan bergaul dengan istri yang sedang haid kecuali berhubungan suami istri. Hal ini amat berbeda dengan kebiasaan orang Yahudi yang menjauhkan istri-istri mereka yang haid bahkan tidak boleh berkumpul (makan bersama). Rasulullah saw. membolehkan mengecat rambut, sedangkan kebiasaan orang Yahudi dan Nasrani saat itu tidak mengecat rambutnya. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan Rasulullah saw ini. membuat jengkel dan geram orang-orang kafir. Mereka (orang-orang Yahudi) sampai mengatakan, “Orang ini (Rasulullah saw.) selalu saja tidak pernah rela melihat kebiasaan yang kita lakukan, melainkan ia segera melakukan sesuatu yang berlawanan.”  (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibn Hajar al-Asqalani telah mengumpulkan perbuatan-perbuatan dan kebiasaan Rasulullah yang secara sengaja membedakan diri hingga berjumlah sekitar 30 macam. Semuanya dikumpulkan dalam kitabnya secara khusus, yang berjudul, Al-Qawli ats-Tsâbit fi ash-Shawmi Yawmu as-Sabt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, perbuatan atau kebiasaan apa saja yang berasal dari kebiasaan-kebiasaan orang-orang kafir, yang terpengaruh oleh ideologi/ajaran agama ataupun pemikiran mereka, tidak boleh diikuti dan ditiru-tiru kaum Muslim; termasuk mengiktu perayaan/kebiasaan menyambut tahun baru Masehi. Sebab,  Rasulullah saw. telah memberikan kepada kita peringatan hanya pada dua hari saja, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Selebihnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, secara tegas Rasulullah saw. mengelompokkan kaum Muslim yang mengikuti perayaan/kebiasaan orang-orang kafir sama seperti mereka dan tidak termasuk golongan Rasul (kaum Muslim).  Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;- Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk golongan mereka.  (HR Abu Daud dan Ahmad). &lt;br /&gt;- Tidak termasuk golonganku orang-orang yang menyerupai selain golonganku.  (HR at- Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;http://konsultasi.wordpress.com/2007/01/18/hukum-meniru-niru-kebiasaan-orang-kafir/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-5849010141914895800?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2009/02/meniru-orang-kafir.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-3540744088450204844</guid><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 05:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-08T21:06:43.691-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Mewarnai Rambut</category><title>Hukum Mewarnai Rambut</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hukum Mewarnai Rambut     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyemir rambut tidak terlarang asalkan bukan berwarna hitam. Bahkan dalam konteks upaya membedakan diri dari pemeluk agama lain dimasa itu, Rasulullah pernah memerintahkan untuk menyemir atau mewarnakan rambut. Sebagaimana yang bisa kita baca di dalam hadits Rasulullah SAW berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak mau menyemir rambut, karena itu berbedalah kamu dengan mereka." (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah di sini mengandung arti sunnah bukan kewajiban. Sehingga dikerjakan oleh sebagian sahabat, misalnya Abubakar dan Umar, sedang shahabat yang lain tidak melakukannya, seperti Ali, Ubai bin Kaab dan Anas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi warna apakah semir yang dibolehkan itu? Dengan warna hitam dan yang lainkah atau harus menjauhi warna hitam? Namun yang jelas, bagi orang yang sudah tua, ubannya sudah merata baik di kepalanya ataupun jenggotnya, tidak layak menyemir dengan warna hitam. Oleh karena itu tatkala Abu Bakar membawa ayahnya, Abu Kuhafah, ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam." (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang tidak seumur dengan Abu Kuhafah (yakni belum begitu tua), tidaklah berdosa apabila menyemir rambutnya itu dengan warna hitam. Dalam hal ini, Az-Zuhri pernah berkata, "Kami menyemir rambut dengan warna hitam apabila wajah masih nampak muda, tetapi kalau wajah sudah mengerut dan gigi pun telah goyah, kami tinggalkan warna hitam tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti Saad bin Abu Waqqash ra, Uqbah bin Amir r.a., Hasan ra, Husen r.a., Jarir dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari kalangan para ulama ada yang berpendapat tidak boleh menyemir rambut dengan warna hitam kecuali dalam keadaan perang, supaya dapat menakutkan musuh, kalau mereka melihat tentara-tentara Islam semuanya masih nampak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil lainnya tentang kebolehan mewarnai rambut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik bahan yang dipakai untuk menyemir uban ialah pohon inai dan katam." (Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inai berwarna merah, sedang katam sebuah pohon yang tumbuh di zaman Rasulullah s.a.w. yang mengeluarkan zat berwarna hitam kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa Abubakar menyemir rambutnya dengan inai dan katam, sedang Umar hanya dengan inai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada hadits lainnya lagi tentang mewarnai rambut seperti hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya sebaik-baik alat yang kamu pergunakan untuk mengubah warna ubanmu adalah hinna' dan katam." (HR at-Tirmidzi dan Ashabus Sunnan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinna' adalah pewarna rambut berwarna merah sedangkan katam adalah pohon Yaman yang mengeluarkan zat pewarna hitam kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam Pendapat Ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rebih rinci lagi, mari kita lihat sekilas bagaimana konfigurasi singkat pendapat para ulama tentang mengecat atau mewarnai rambut dengan warna hitam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ulama Hanabilah, Malikiyah dan Hanafiyah menyatakan bahwasanya mengecat dengan warna hitam dimakruhkan kecuali bagi orang yang akan pergi berperang karena ada ijma yang menyatakan kebolehannya.&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Abu Yusuf dari ulama Hanafiyah berpendapat bahwasanya mengecat rambut dengan warna hitam dibolehkan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya sebaik-baiknya warna untuk mengecat rambut adalah warna hitam ini, karena akan lebih menarik untuk istri-istri kalian dan lebih berwibawa di hadapan musuh-musuh kalian" (Tuhfatul Ahwadzi 5/436)&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ulama Madzhab Syafi'i berpendapat bahwasanya mengecat rambut dengan warna hitam diharamkan kecuali bagi orang-orang yang akan berperang. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      "Akan ada pada akhir zaman orang-orang yang akan mengecat rambut mereka dengan warna hitam, mereka tidak akan mencium bau surga"(HR. Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ditulis oleh Hari Kuswanto   &lt;br /&gt;Sunday, 03 February 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-3540744088450204844?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2009/02/hukum-mewarnai-rambut.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-4065324882361686550</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-01T23:04:13.485-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Info</category><title>Hukum Merokok Menurut Syariat</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok haram hukumnya berdasarkan makna yang terindikasi dari zhahir ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah serta i’tibar (logika) yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari Al-Qur’an adalah firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [Al-Baqarah : 195]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat tersebut adalah bahwa merokok termasuk perbuatan mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalil dari As-Sunnah adalah hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari As-Sunnah yang lainnya, sebagaimana hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak oleh membahayakan (orang lain)” [Hadits Riwayat Ibnu Majah, kitab Al-Ahkam 2340]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula, bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar, yang menunjukkan keharaman merokok adalah karena (dengan perbuatannya itu) si perokok mencampakkan dirinya sendiri ke dalam hal yang menimbulkan hal yang berbahaya, rasa cemas dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentunya tidak rela hal itu terjadi terhadap dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisi dan demikian sesak dada si perokok, bila dirinya tidak menghisapnya. Alangkah berat dirinya berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu meghalangi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang yang shalih karena tidak mungkin mereka membiarkan rokok mengepul di hadapan mereka. Karenanya, anda akan melihat dirinya demikian tidak karuan bila duduk-duduk bersama mereka dan berinteraksi dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua i’tibar tersebut menunjukkan bahwa merokok adalah diharamkan hukumnya. Karena itu, nasehat saya buat saudaraku kaum muslimin yang didera oleh kebiasaan menghisapnya agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalakannya sebab di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah serta megharap pahalaNya dan menghindari siksaanNya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam Kitabullah ataupun Sunnah RasulNya perihal haramnya merokok itu sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas statemen ini, bahwa nash-nash Kitabullah dan As-Sunnah terdiri dari dua jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Satu jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah di mana mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Satu jenis lagi yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Al-Qur’an dan dua buah hadits yang telah kami singgung di atas yang menujukkan secara umum keharaman merokok sekalipun tidak secara langsung diarahkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk contoh jenis kedua adalah firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah” [Al-Maidah : 3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesunguhnya (meminum) khamr, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu” [Al-Ma’idah : 90]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, baik nash-nash tersebut termasuk ke dalam jenis pertama atau jenis kedua, maka ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pendalilan mengindikasikan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Program Nur Alad Darb, dari Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-4065324882361686550?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/12/hukum-merokok-menurut-syariat.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-236451377342744968</guid><pubDate>Fri, 05 Sep 2008 09:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-07T19:54:54.752-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Info</category><title>Parpol Islam</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Email dari seorang teman, mungkin terlambat, tapi mungkin masih bisa direnungkan hingga saat ini, dan mungkin situasinya sama, menjelang pemilihan presiden 2009, untuk negeri kita tercinta, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini salah satu Partai berasas Islam sedang ada acara, tanggal&lt;br /&gt;cantik sih katanya... Tanggal 08-08-08 sekalian aja Jam 08.08.08&lt;br /&gt;Btw timenya sudah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tulisan tentang Bagaimana Partai Islam seharusnya...&lt;br /&gt;Ssstt.. gw cuma kampanye tentang ide Islam yang harusnya diperjuangkan&lt;br /&gt;Partai Islam, jangan terjebak janji manis partai ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;R Mariko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Politik dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dan Fungsi Partai Politik Kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik dalam era modern dimaknai sebagai suatu kelompok yang&lt;br /&gt;terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai,&lt;br /&gt;dan cita-cita yang sama. Tujuannya adalah untuk memperoleh kekuasaan&lt;br /&gt;politik dan merebut kedudukan politik untuk melaksanakan&lt;br /&gt;kebijakan-kebijakan mereka (Miriam Budiardjo, 1998, Dasar-Dasar Ilmu&lt;br /&gt;Politik, Gramedia). Dilihat dari pengertian tersebut, ada beberapa unsur&lt;br /&gt;penting yang ada dalam partai politik, yaitu: orang-orang, ikatan antara&lt;br /&gt;mereka hingga terorganisir menjadi satu kesatuan, serta orientasi,&lt;br /&gt;nilai, cita-cita, tujuan dan kebijaksanaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktek kekinian, setidaknya ada empat fungsi partai politik, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, partai sebagai sarana komunikasi politik. Partai menyalurkan&lt;br /&gt;aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat. Partai melakukan&lt;br /&gt;penggabungan kepentingan masyarakat (interest aggregation) dan&lt;br /&gt;merumuskan kepentingan tersebut dalam bentuk yang teratur (interest&lt;br /&gt;articulation). Rumusan ini dibuat sebagai koreksi terhadap kebijakan&lt;br /&gt;penguasa atau usulan kebijakan yang disampaikan kepada penguasa untuk&lt;br /&gt;dijadikan kebijakan umum yang diterapkan pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, partai sebagai sarana sosialisasi politik. Partai memberikan&lt;br /&gt;sikap, pandangan, pendapat, dan orientasi terhadap fenomena (kejadian,&lt;br /&gt;peristiwa dan kebijakan) politik yang terjadi di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Sosialisi politik mencakup juga proses menyampaikan norma-norma dan&lt;br /&gt;nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahkan, partai&lt;br /&gt;politik berusaha menciptakan image (citra) bahwa ia memperjuangkan&lt;br /&gt;kepentingan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, partai politik sebagai sarana rekrutmen politik. Partai politik&lt;br /&gt;berfungsi mencari dan mengajak orang untuk turut aktif dalam kegiatan&lt;br /&gt;politik sebagai anggota partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, partai politik sebagai sarana pengatur konflik. Di tengah&lt;br /&gt;masyarakat terjadi berbagai perbedaan pendapat, partai politik berupaya&lt;br /&gt;untuk mengatasinya. Namun, semestinya hal ini dilakukan bukan untuk&lt;br /&gt;kepentingan pribadi atau partai itu sendiri melainkan untuk kepentingan&lt;br /&gt;umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari Realitas Partai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negeri Muslim terbesar di dunia. Tapi, sungguh ironis,&lt;br /&gt;Islam malah dipinggirkan. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, partai-partai yang berkuasa lebih bercorak sekular dan&lt;br /&gt;kebangsaan. Konsekuensinya, aturan-aturan yang diterapkan adalah&lt;br /&gt;aturan-aturan sisa peninggalan penjajah Belanda. Sistem ekonomi yang&lt;br /&gt;dipraktekkan pun ekonomi Kapitalistik yang secara intrinsik meniscayakan&lt;br /&gt;kesenjangan yang hebat antara kaya dengan miskin. Kekayaan alam milik&lt;br /&gt;rakyat pun dibiarkan dikuasai asing dan para saudagar dalam negeri.&lt;br /&gt;Semuanya legal karena ditopang oleh perundang-undangan yang dibuat oleh&lt;br /&gt;wakil-wakil partai-partai tersebut yang duduk di parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, partai-partai Islam yang ada tidak memiliki konsepsi (fikrah)&lt;br /&gt;yang jelas dan tegas. Sebagai contoh, ketika mensikapi fenomena kepala&lt;br /&gt;negara perempuan hanya berkomentar, “Ini masalah fikih. Semua terserah&lt;br /&gt;rakyat.” Pada waktu didesak pendapatnya tentang syariah Islam, menjawab,&lt;br /&gt;“Syariah Islam itu kan keadilan, kebebasan, dan kesetaraan.” Kalau&lt;br /&gt;begitu, tidak ada bedanya dengan partai-partai umumnya. Ketika ramai&lt;br /&gt;membincangkan amandemen UUD 1945 tentang dasar negara, sebagian&lt;br /&gt;menyatakan, “Partai kami tidak akan mendirikan Negara Islam”, “Kembali&lt;br /&gt;kepada Piagam Jakarta”, dan partai Islam lainnya menyatakan ‘Indonesia&lt;br /&gt;ini plural harus kembali ke Piagam Madinah di mana tiap agama&lt;br /&gt;menjalankan hukum masing-masing’. Sikap demikian membuat umat&lt;br /&gt;menyimpulkan tidak ada bedanya antara partai yang menamakan partai Islam&lt;br /&gt;dengan partai lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, partai-partai secara umum hanya diperuntukkan bagi pemenangan&lt;br /&gt;Pemilu. Kegiatannya terkait persoalan rakyat hanya digiatkan menjelang&lt;br /&gt;Pemilu. Dalam kurun waktu antara dua Pemilu, umumnya partai kurang&lt;br /&gt;aktif. Kalaupun aktif lebih disibukkan dengan aktivitas Pilkada untuk&lt;br /&gt;menggoalkan calonnya. Interpelasi masalah beras atau Bantuan Likuiditas&lt;br /&gt;Bank Indonesia (BLBI) hanya panas-panas tahi ayam. Ujungnya, tidak ada&lt;br /&gt;penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tidak menjalankan metode yang jelas. Untuk melakukan perubahan&lt;br /&gt;di tengah masyarakat ditempuh dengan membuat undang-undang. Namun,&lt;br /&gt;jalannya dengan kompromi dan tambal sulam. Bahkan, berkoalisi antara&lt;br /&gt;partai Islam dengan partai nasionalis yang anti Islam, bahkan partai&lt;br /&gt;kristen yang jelas-jelas memproklamirkan dirinya ‘konsisten menentang&lt;br /&gt;syariah’. Kalaupun menyatakan ‘partai nasionalis relijius’ tidak jelas&lt;br /&gt;apa maksudnya. Dengan perilaku demikian rakyat tidak melihat ada bedanya&lt;br /&gt;antara partai Islam dengan partai nasionalis, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, tidak adanya ikatan yang kuat di antara para anggotanya. Ikatan&lt;br /&gt;yang ada lebih pada kepentingan. Muncullah perpecahan di dalam tubuh&lt;br /&gt;partai-partai Islam atau berbasis massa umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, perilaku sebagian anggota/pengurus tidak mencerminkan partai&lt;br /&gt;Islam sesungguhnya. Aliran dana untuk DPR termasuk yang ‘tidak jelas&lt;br /&gt;asalnya’, juga diterima oleh sebagian partai Islam. Alasannya, nanti&lt;br /&gt;akan dikembalikan kepada rakyat yang menjadi konstituennya. Hal ini&lt;br /&gt;menambah pemahaman masyarakat tentang sulitnya membedakan antara partai&lt;br /&gt;Islam dengan partai bukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa penyebab kegagalan partai, khususnya partai Islam.&lt;br /&gt;Karenanya, siapapun harus belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai Partai Politik Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan fungsi partai politik yang disampaikan di muka sangatlah&lt;br /&gt;umum. Visi dan misinya amat terbuka, bisa berdasarkan Sekular-Kapitalis,&lt;br /&gt;Sosialis/Komunis, atau Islam. Lalu, bagaimana cara untuk mewujudkan&lt;br /&gt;partai yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dahulu, penting untuk didudukkan apa hakikat partai politik&lt;br /&gt;(hizbun siyasiy) dalam sudut pandang Islam. Secara bahasa, kata hizb&lt;br /&gt;dipakai dalam beberapa ayat al-Quran. Di antaranya, Imam Jalalain dalam&lt;br /&gt;memaknai kata ’hizb (hizbullah)’ dalam surat al-Maidah ayat 56 dan&lt;br /&gt;Mujadilah ayat 22 sebagai atba’uhu (pengikutnya) serta orang-orang yang&lt;br /&gt;mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Imam al-Qurthubiy&lt;br /&gt;dalam tafsirnya memaknai kata hizb dalam surat al-Maidah ayat 56,&lt;br /&gt;Al-Mukminun ayat, 53 dan Mujadilah ayat 19 sebagai penolong, sahabat,&lt;br /&gt;kelompok (fariq), millah, kumpulan orang (rohth). Sementara itu, dalam&lt;br /&gt;kamus Al-Muhit, disebutkan: “Sesungguhnya partai adalah sekelompok&lt;br /&gt;orang. Partai adalah seorang dengan pengikut dan pendukungnya yang punya&lt;br /&gt;satu pandangan dan satu nilai’’. Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih&lt;br /&gt;Al-Ghaib berkata, “Partai adalah kumpulan orang yang satu tujuan, mereka&lt;br /&gt;bersama-sama bersatu dalam kewajiban partai untuk mewujudkan tujuannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun terkait makna politik (siyasah) disebutkan dalam kamus Al-Muhit&lt;br /&gt;bahwa As-Siyasah (politik) berasal dari kata: Sasa –Yasusu – Siyasatan&lt;br /&gt;bi ma’na ra’iyatan (pengurusan). Al-Jauhari berkata: sustu ar-raiyata&lt;br /&gt;siyasatan artinya aku memerintah dan melarang kepadanya atas sesuatu&lt;br /&gt;dengan sejumlah perintah dan larangan). Wa as-siyasah maksudnya:&lt;br /&gt;al-qiyamu ‘ala syaiin bima yashluhuhu (siyasah/politik adalah melakukan&lt;br /&gt;sesuatu yang memberi mashlahat padanya) (Lisanul Arab, Ibn Mandzur).&lt;br /&gt;Dengan demikian, politik/siyasah bermakna mengurusi urusan berdasarkan&lt;br /&gt;suatu aturan tertentu yang tentu berupa perintah dan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menggunakan kata siyasah (politik) dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Bani Israil, urusan mereka diatur (tasusuhum) oleh para Nabi.&lt;br /&gt;Setiap seorang Nabi wafat, digantikan oleh Nabi yang lain. Sesungguhnya&lt;br /&gt;tidak ada Nabi sesudahku, dan akan ada para khalifah yang banyak (HR.&lt;br /&gt;Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab Fath al-Bariy, pada syarah hadits ini , dijelaskan makna&lt;br /&gt;siyasah (politik):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Mereka diurus oleh para Nabi), maksudnya, tatkala tampak kerusakan di&lt;br /&gt;tengah-tengah mereka, Allah pasti mengutus kepada mereka seorang Nabi&lt;br /&gt;yang menegakkan urusan mereka dan menghilangkan hukum-hukum Taurat yang&lt;br /&gt;mereka rubah. Di dalamnya juga terdapat isyarat, bahwa harus ada orang&lt;br /&gt;yang menjalankan urusan di tengah-tengah rakyat yang membawa rakyat&lt;br /&gt;melewati jalan kebaikan, dan membebaskan orang yang terzalimi dari pihak&lt;br /&gt;yang zhalim”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan makna hizbun (partai) dan siyasah (politik) tadi, maka dapat&lt;br /&gt;disebutkan bahwa partai politik (hizbun siyasiy) merupakan suatu&lt;br /&gt;kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi,&lt;br /&gt;nilai-nilai, cita-cita dan tujuan yang sama dalam rangka mengurusi&lt;br /&gt;urusan rakyat. Dengan kata lain, partai politik adalah kelompok yang&lt;br /&gt;berdiri di atas sebuah landasan ideologi yang diyakini oleh&lt;br /&gt;anggota-anggotanya, yang ingin mewujudkannya di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Partai Politik Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengisyaratkan hal ini didalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada&lt;br /&gt;kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar;&lt;br /&gt;merekalah orang-orang yang beruntung (TQS. Ali ’Imran[3]: 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi mendefinisikan kata (???) dalam tafsir al-Jami’ li&lt;br /&gt;Ahkam Al-Quran, sebagai sekumpulan orang yang terikat dalam satu akidah.&lt;br /&gt;Tetapi, menurutnya, umat dalam surat Ali ‘Imran ayat 104 ini juga&lt;br /&gt;bermakna kelompok karena adanya lafadz “minkum” (di antara kalian). Imam&lt;br /&gt;Ath-Thabari, seorang faqih dalam tafsir dan fiqh, berkata dalam kitabnya&lt;br /&gt;Jami’ Al-bayan tentang arti ayat ini yakni: ‘’(Wal takun minkum) Ayuhal&lt;br /&gt;mu’minun (ummatun) jama’atun‘’, artinya: “Hendaknya ada di antaramu&lt;br /&gt;(wahai orang-orang beriman) umat )jama’ah yang mengajak pada hukum-hukum&lt;br /&gt;Islam(”. Al-Qadhi Al-Baydhawi dalam kitabnya, Tafsir al-Baidhawi tentang&lt;br /&gt;arti ayat ini menyatakan: Lafadz Min —dalam ayat tersebut— mempunyai&lt;br /&gt;konotasi li at-tab’idh (menujukkan makna sebagian). Karena amar makruf&lt;br /&gt;dan nahi munkar merupakan fardhu kifayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping karena aktivitas tersebut tidak bisa dilakukan oleh setiap&lt;br /&gt;orang, ketika orang yang diperintah oleh nash tersebut harus mempunyai&lt;br /&gt;sejumlah syarat, yang tidak bisa dipenuhi oleh semua orang. Seperti&lt;br /&gt;pengetahuan tentang hukum, tingkat kecakapan, tatacara menunaikannya dan&lt;br /&gt;kemampuan melaksanakannya. Perintah tersebut memang menyerukan kepada&lt;br /&gt;seluruhnya (umat Islam), namun yang diminta mengerjakannya hanya&lt;br /&gt;sebagian dari mereka. Itu membuktikan, bahwa perintah tersebut wajib&lt;br /&gt;untuk seluruhnya, sehingga ketika mereka meninggalkan pokok kewajiban&lt;br /&gt;tersebut, semuanya berdosa. Namun, kewajiban tersebut dinyatakan gugur&lt;br /&gt;dengan dikerjakan oleh sebagian di antara mereka. (Al-Baidhawi, Tafsir&lt;br /&gt;al-Baidhawi, juz I, hal. 374).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik terakhir ini, Imam as-Syathibi memberikan penegasan, “Pada&lt;br /&gt;dasarnya mereka (kaum Muslim) dituntut untuk menunaikannya secara&lt;br /&gt;keseluruhan. Namun, mereka ada yang mampu melaksanakannya secara&lt;br /&gt;langsung. Mereka inilah orang-orang berkompeten untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;Sedangkan yang lain, meski mereka tidak mampu, tetapi tetap mampu&lt;br /&gt;menghadirkan orang-orang yang berkemampuan. Jadi, siapa saja yang mampu&lt;br /&gt;menjalankan pemerintahan (wilayah), dia dituntut untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;Bagi yang tidak mampu, dituntut untuk melakukan perkara lain, yaitu&lt;br /&gt;menghadirkan orang yang mampu dan memaksanya untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, yang mampu dituntut untuk menjalankan kewajiban tersebut,&lt;br /&gt;sementara yang tidak mampu dituntut untuk menghadirkan orang yang mampu.&lt;br /&gt;Alasannya, karena orang yang mampu tersebut tidak akan ada, kecuali&lt;br /&gt;dengan dihadirkan. Ini merupakan bagian dari Ma la yatimmu al-wajib illa&lt;br /&gt;bihi, yaitu kewajiban yang hanya bisa dijalankan dengan sempurna dengan&lt;br /&gt;adanya perkara tadi.” (as-Syathibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah,&lt;br /&gt;juz I, hal. 128-129)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasnya, di dalam ayat itu disebutkan ‘Hendaknya ada di antara kamu&lt;br /&gt;segolongan umat …’, artinya, hendaknya ada sekelompok/segolongan orang&lt;br /&gt;dari kaum Muslim (ummatan minal muslimin atau jama’atan minal muslimin).&lt;br /&gt;Ayat ini menegaskan perintah kepada kaum Muslim tentang keharusan adanya&lt;br /&gt;kelompok/jama’ah. Kelompok untuk apa? Untuk menjalankan dua fungsi:&lt;br /&gt;pertama, da’wah ilal khair (menyeru kepada al-khoir) dan kedua, amar&lt;br /&gt;ma’ruf nahi munkar (memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari perkara&lt;br /&gt;munkar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al-khair dalam frase da’wah ilal khair menurut tafsir Jalalain&lt;br /&gt;berarti al-Islam (Tafsir al-Quran al-’Azhim li al-imamain Jalalain, hal.&lt;br /&gt;58), sehingga makna da’wah ilal khair adalah mendakwahkan/menyeru&lt;br /&gt;manusia kepada Islam. Sementara itu, Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa&lt;br /&gt;al-khair adalah mengikuti al-Quran dan as-Sunnah. Maksud ayat tersebut,&lt;br /&gt;lanjutnya adalah hendaknya ada dari umat ini suatu kelompok yang solid&lt;br /&gt;dalam menjalankan tugas tersebut sekalipun hal itu juga merupakan&lt;br /&gt;kewajiban atas setiap individu umat ini (Ibn Katsir, Tafsir al-Quran&lt;br /&gt;al-’Azhim, Juz I, hal. 478). Berdasarkan hal ini, jelaslah kelompok yang&lt;br /&gt;dikehendaki Allah adalah kelompok yang secara penuh berjuang untuk&lt;br /&gt;menyerukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, kelompok tersebut berbentuk partai politik. Hal ini&lt;br /&gt;dipahami dari fungsi kedua dari kelompok itu, yaitu amar ma’ruf nahi&lt;br /&gt;munkar. Cakupan amar ma’ruf nahi munkar amat luas, termasuk di dalamnya&lt;br /&gt;menyeru para penguasa agar mereka berbuat ma’ruf (melaksanakan syariah&lt;br /&gt;Islam) dan melarangnya berbuat munkar (menjalankan sesuatu yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan syariah Islam). Bahkan, mengawasi para penguasa dan&lt;br /&gt;menyampaikan nasihat kepadanya merupakan bagian terpenting dari&lt;br /&gt;aktivitas amar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, aktivitas demikian merupakan aktivitas politik sekaligus&lt;br /&gt;termasuk kegiatan politik yang amat penting, yang menjadi ciri utama&lt;br /&gt;kegiatan sebuah partai politik. Jadi, ayat tersebut mengisyaratkan&lt;br /&gt;tentang kewajiban mendirikan partai-partai politik yang berdasarkan&lt;br /&gt;Islam. Dengan kata lain, partai politik yang harus ada adalah partai&lt;br /&gt;politik yang tegak di atas ideologi (mabda) Islam atau partai Islam&lt;br /&gt;ideologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut, partai politik Islam adalah partai yang&lt;br /&gt;berideologi Islam, mengambil dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum dan&lt;br /&gt;pemecahan problematika dari syariah Islam, serta metode operasionalnya&lt;br /&gt;mencontoh metode (thariqah) Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik Islam adalah partai yang berupaya menyadarkan masyarakat&lt;br /&gt;dan berjuang bersamanya untuk melanjutkan kehidupan Islam. Partai&lt;br /&gt;politik Islam tidak ditujukan untuk meraih suara dalam Pemilu atau&lt;br /&gt;berjuang meraih kepentingan sesaat, melainkan partai yang berjuang untuk&lt;br /&gt;merubah sistem Sekular menjadi sistem yang diatur oleh syariah Islam.&lt;br /&gt;Orang-orang, ikatan antara mereka hingga terorganisir menjadi satu&lt;br /&gt;kesatuan, serta orientasi, nilai, cita-cita, tujuan dan kebijaksanaan&lt;br /&gt;yang sama semuanya haruslah didasarkan dan bersumber dari Islam.&lt;br /&gt;Karenanya, partai Islam yang ideologis memiliki beberapa karakter, di&lt;br /&gt;antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dasarnya adalah Islam. Hidup matinya adalah untuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang-orangnya adalah orang-orang yang berkepribadian Islam. Mereka&lt;br /&gt;berpikir berdasarkan Islam dan berbuat berdasarkan Islam. Partai politik&lt;br /&gt;Islam terus menerus melakukan pembinaan kepada para anggotanya hingga&lt;br /&gt;mereka memiliki kepribadian Islam sekaligus memiliki pemikiran,&lt;br /&gt;perasaan, pendapat dan keyakinan yang sama, sehingga orientasi, nilai,&lt;br /&gt;cita-cita dan tujuannya pun sama. Merekapun menjadi sumberdaya manusia&lt;br /&gt;(SDM) yang siap untuk menerapkan syariah Islam. Pada saat yang sama,&lt;br /&gt;ikatan yang menyatukan mereka bukan kepentingan atau uang melainkan&lt;br /&gt;akidah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memiliki amir/pemimpin partai yang menyatu dengan pemikiran Islam dan&lt;br /&gt;dipatuhi selama sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Nabi SAW bersabda,&lt;br /&gt;“Jika kalian bertiga dalam satu safar, tunjuklah amir satu di antaramu”&lt;br /&gt;(HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memiliki konsepsi (fikrah) yang jelas terkait berbagai hal. Partai&lt;br /&gt;Islam haruslah memiliki konsepsi (fikrah) yang jelas tentang sistem&lt;br /&gt;ekonomi, sistem politik, sistem pemerintahan, sistem sosial, sistem&lt;br /&gt;pendidikan, politik luar negeri, dll. Semuanya harus tersedia dan siap&lt;br /&gt;untuk disampaikan. Konsepsi inilah yang disosialisasikan kepada&lt;br /&gt;masyarakat hingga mereka menjadikan penerapan semua sistem Islam&lt;br /&gt;tersebut sebagai kebutuhan bersama. Syariah Islam inilah yang&lt;br /&gt;diperjuangkan untuk ditegakkan. Pada sisi lain, konsepsi tidak akan&lt;br /&gt;dapat dilakukan kecuali adanya metode pelaksanaan (thariqah). Dan metode&lt;br /&gt;pelaksanaan hukum Islam tersebut adalah melalui pemerintah yang&lt;br /&gt;menerapkan Islam. Upaya mewujudkan pemerintahan yang menerapkan hukum&lt;br /&gt;Islam (khilafah) tersebut merupakan arah yang dituju partai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengikuti metode yang jelas dalam perjuangannya sebagaimana yang&lt;br /&gt;dilakukan oleh Rasulullah SAW. Pertama, melakukan pembinaan dan&lt;br /&gt;pengkaderan. Kedua, bergerak dan bergaul bersama dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Ketiga, menegakkan syariah secara total dengan dukungan dan bersama&lt;br /&gt;dengan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melakukan aktivitas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membangun tubuh partai dengan melakukan pembinaan secara intensif&lt;br /&gt;sehingga menyakini ide-ide yang diadopsi oleh partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membina umat dengan Islam dan pemikiran, ide serta hukum syara’ yang&lt;br /&gt;diadopsi oleh partai, sehingga tercipta opini tentang syari’at Islam&lt;br /&gt;sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah umat dan keharusan menerapkan&lt;br /&gt;syariah Islam dalam wadah Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Melakukan perang pemikiran dengan semua ide, pemikiran, aturan yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Melakukan koreksi terhadap penguasa yang tidak menerapkan Islam atau&lt;br /&gt;menzhalimi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Perjuangan politik melawan negara kafir penjajah dan para penguasa&lt;br /&gt;yang zhalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah Jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada dua jalan yang ditempuh dalam perjuangan merubah sistem&lt;br /&gt;Sekular menjadi Islam. Pertama, jalan parlemen. Jalan ini menggunakan&lt;br /&gt;logika linier, yaitu partai politik ikut dalam parlemen untuk merumuskan&lt;br /&gt;perundang-undangan yang sesuai dengan syariah. Dengan demikian, sistem&lt;br /&gt;akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan perubahan total tidak pernah terjadi melalui jalan&lt;br /&gt;parlemen. Kalaupun bisa terjadi bersifat parsial. Karenanya, perjuangan&lt;br /&gt;melalui parlemen bukanlah metode untuk melakukan perubahan total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parlemen tidak dapat dijadikan sebagai metode perubahan. Sebab, metode&lt;br /&gt;perubahan melalui parlemen hanya bersifat teoritis belaka bukan praktis.&lt;br /&gt;Selain itu, pemilu bukanlah metode perubahan yang telah ditempuh oleh&lt;br /&gt;Rasul saw. ketika mendirikan pemerintahan Islam. Selain itu, fakta di&lt;br /&gt;Indonesia juga menunjukkan bahwa partai-partai politik dan anggota&lt;br /&gt;parlemen sejak awal telah melihat keharusan mereka untuk terikat dengan&lt;br /&gt;Sekularisme Kapitalisme beserta produk perundangan-undangannya. Ini&lt;br /&gt;artinya, pemilu di Indonesia tidak diadakan dalam rangka melakukan&lt;br /&gt;perubahan mendasar apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain dilihat dari faktanya, parlemen itu memiliki tiga fungsi,&lt;br /&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membuat undang-undang dasar dan undang-undang serta mengesahkan&lt;br /&gt;berbagai kesepakatan, rancangan undang-undang, dan berbagai perjanjian&lt;br /&gt;yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengangkat kepala negara –di beberapa negara, dia dipilih secara&lt;br /&gt;langsung oleh rakyat– dan memberikan mandat kepadanya untuk menjalankan&lt;br /&gt;pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melakukan pengawasan, koreksi, dan kontrol kepada pemerintah dan&lt;br /&gt;lembaga-lembaga pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Islam ditujukan untuk menerapkan Islam secara kaffah, karenanya&lt;br /&gt;partai yang membuat undang-undang sekular, melalui wakilnya yang duduk&lt;br /&gt;di parlemen, bertentangan dengan fakta partai Islam itu sendiri. Lebih&lt;br /&gt;dari itu, dalam pandangan Islam, manusia tidak berhak membuat hukum dan&lt;br /&gt;undang-undang. Yang berhak membuat hukum perundang-undangan itu hanyalah&lt;br /&gt;Allah SWT. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. (TQS. Yûsuf [12]: 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pemberian mandat kepada pemerintah yang tidak berhukum&lt;br /&gt;dengan hukum Allah, jelas hukumnya haram, tidak boleh dilakukan oleh&lt;br /&gt;partai Islam. Allah SWT menegaskan hal ini dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa tidak berhukum kepada apa yang diturunkan Allah (syariah&lt;br /&gt;Islam), maka mereka termasuk orang-orang kafir. (TQS. al-Mâidah [5]: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Allah,&lt;br /&gt;maka mereka adalah orang zalim. (TQS. al-Mâ’idah [5]: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa tidak berhukum kepada apa yang diturunkan Allah (syariah&lt;br /&gt;Islam), maka mereka termasuk orang-orang fasiq” (TQS. al-Mâidah [5]: 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun aktivitas pengawasan, koreksi, dan kontrol kepada pemerintah dan&lt;br /&gt;lembaga-lembaga pemerintahan merupakan kewajiban yang harus dilakukan,&lt;br /&gt;termasuk oleh partai politik. Caranya, bisa dari luar parlemen, bisa&lt;br /&gt;juga dari dalam parlemen. Karena itu, siapapun yang ada di dalam&lt;br /&gt;parlemen harus menjadikannya sebagai mimbar dakwah dalam rangka&lt;br /&gt;melakukan koreksi (muhasabah) bagi penguasa. Satu hal yang penting&lt;br /&gt;dicatat adalah parlemen sebagai mimbar dakwah hanyalah salah satu teknik&lt;br /&gt;(uslub) saja dalam melakukan koreksi pada penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kedua adalah jalan yang merupakan metode perubahan. Metode ini&lt;br /&gt;adalah metode yang ditempuh oleh Rasulullah SAW. Metode tersebut berupa&lt;br /&gt;pembinaan umat Islam dan berinteraksi dengan mereka hingga terbentuk&lt;br /&gt;kesadaran umum pada diri mereka. Bukan sembarang kesadaran melainkan&lt;br /&gt;kesadaran bahwa mereka adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk seluruh&lt;br /&gt;umat manusia, dan kesadaran bahwa agama Islam yang telah diturunkan oleh&lt;br /&gt;Allah kepada Muhammad adalah risalah paripurna yang mengatur seluruh&lt;br /&gt;aspek kehidupan. Umat pun menjadi sadar bahwa Allah akan memenangkannya&lt;br /&gt;atas semua agama dan ideologi, termasuk atas demokrasi Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama inilah satu-satunya yang akan membebaskan manusia dari kegelapan&lt;br /&gt;menuju cahaya Islam. Tidak berhenti sampai di situ, muncul pula&lt;br /&gt;kesadaran bahwa masalah utama umat Islam saat ini adalah mengembalikan&lt;br /&gt;Khilafah Islam yang akan menerapkan syariah Allah di dalam negeri,&lt;br /&gt;mengemban risalah ke seluruh dunia, serta menyatukan kaum Muslim di&lt;br /&gt;bawah panji La ilaha illallah. Umat juga sadar bahwa mengembalikan&lt;br /&gt;Khilafah itu harus dilakukan melalui thalab an-nushrah (aktivitas&lt;br /&gt;mencari pertolongan) dari para pemilik kekuatan (ahlul quwwah), bukan&lt;br /&gt;melalui pemilihan umum. Partai politik Islam melakukan proses penyadaran&lt;br /&gt;pada semua lini masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, partai Islam tidak lepas dari langkah-langkah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dimulai dengan pembentukan kader yang berkepribadian Islam&lt;br /&gt;(Syakhshiyyah Islamiyyah), melalui pembinaan intensif (halqah&lt;br /&gt;murakkazah) dengan materi dan metode tertentu. Proses ini akan&lt;br /&gt;menjadikan rekrutmen kader politik tidak pernah surut. Bukan kader yang&lt;br /&gt;berambisi untuk mendapatkan kursi melainkan kader perjuangan dalam&lt;br /&gt;menegakkan Islam demi kemaslahatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembinaan umat (tatsqif jamaiy) untuk terbentuknya kesadaran&lt;br /&gt;masyarakat (al-wa’yu al-am) tentang Islam. Pembinaan ini harus&lt;br /&gt;menghubungkan realitas yang terjadi dengan pandangan dan sikap Islam&lt;br /&gt;terhadap realitas tersebut. Misalnya, memperbincangkan dengan masyarakat&lt;br /&gt;persoalan kenaikan harga listrik, BBM, penjualan kekayaan rakyat kepada&lt;br /&gt;asing, tekanan Dana Moneter Internasional (IMF), penghinaan terhadap&lt;br /&gt;Nabi/al-Quran/Islam, dll, disertai penjelasan hukum Islam tentang&lt;br /&gt;masalah tersebut. Partai membuat komentar, analisis, dan sikap politik&lt;br /&gt;terkait hal-hal tersebut lalu disampaikan kepada rakyat. Juga, dilakukan&lt;br /&gt;koreksi terhadap kebijakan penguasa serta membongkar rencana jahat&lt;br /&gt;negara asing. Dengan cara seperti ini rakyat akan memiliki sikap politik&lt;br /&gt;sesuai dengan pandangan Islam terhadap berbagai peristiwa yang terjadi.&lt;br /&gt;Dengan pembinaan ini pula terjadi transfer nilai-nilai dan hukum Islam&lt;br /&gt;dari generasi ke generasi. Partai Islam sehari-hari berada di tengah rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembentukan kekuatan politik melalui pembesaran tubuh partai&lt;br /&gt;(tanmiyatu jismi al-hizb) agar kegiatan pengkaderan dan pembinaan umum&lt;br /&gt;dapat dilakukan dengan lebih intensif, hingga terbentuk kekuatan politik&lt;br /&gt;(al-quwwatu al-siyasiya). Kekuatan politik adalah kekuatan umat yang&lt;br /&gt;memilliki kesadaran politik Islam (al-wa’yu al-siyasiy al-islamy), yakni&lt;br /&gt;kesadaran bahwa kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus diatur&lt;br /&gt;dengan syariah Islam. Maka harus ada upaya terus menerus penyadaran&lt;br /&gt;politik Islam kepada masyarakat, yang dilakukan oleh kader. Makin banyak&lt;br /&gt;kader, makin cepat kesadaran terbentuk sehingga kekuatan politik juga&lt;br /&gt;makin cepat terwujud. Di sinilah agregasi dan artikulasi kepentingan&lt;br /&gt;rakyat terjadi. Apa yang menjadi kepentingan rakyat tersebut tidak lepas&lt;br /&gt;dari tuntutan dan tuntunan aturan Islam. Dengan cara seperti ini terjadi&lt;br /&gt;komunikasi politik dan sosialisi politik antara partai dengan rakyat&lt;br /&gt;hingga massa umat memiliki kesadaran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran partai Islam tentu berbeda dengan partai&lt;br /&gt;Sekular-Kapitalis-Liberal maupun Sosialis-Komunis. Sebagai contoh, dalam&lt;br /&gt;masalah ekonomi, partai sekular menjadikan seluruh aset produksi,&lt;br /&gt;termasuk sumber daya alam (SDA) dibiarkan dikuasai oleh individu atau&lt;br /&gt;swasta berdasarkan mekanisme pasar. Sementara partai Sosialis menjadikan&lt;br /&gt;negara sebagai aktor tunggal aktivitas ekonomi, sehingga semua aset&lt;br /&gt;produksi, termasuk sumber daya alam (SDA) dimonopoli oleh negara. Rakyat&lt;br /&gt;pun tidak boleh memiliki aset produksi apapun. Adapun partai Islam,&lt;br /&gt;menjadikan aset produksi, termasuk sumber daya alam (SDA), sesuai dengan&lt;br /&gt;mekanisme hukum syara’, yang terbagi dalam tiga jenis kepemilikan, yaitu&lt;br /&gt;kepemilikan individu, umum dan negara. Ada juga partai yang tidak&lt;br /&gt;memiliki konsep apapun tentang masalah tersebut, maka senyatanya ia&lt;br /&gt;bukanlah partai, atau sekadar partai papan nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Massa umat yang memiliki kesadaran politik menuntut perubahan ke arah&lt;br /&gt;Islam. Di sinilah penggabungan kepentingan (interest aggregation) dan&lt;br /&gt;perumusan kepentingan (interest articulation) dilandaskan pada Islam dan&lt;br /&gt;diperjuangkan bersama antara partai dengan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penyampaian Islam pun ditujukan kepada ahl-quwwah dan pihak-pihak&lt;br /&gt;yang berpengaruh seperti politisi, orang kaya, tokoh masyarakat, media&lt;br /&gt;massa dan sebagainya. Melalui pendekatan intensif ahl-quwwah setuju dan&lt;br /&gt;mendukung perjuangan partai bersama rakyat. Kekuatan politik yang&lt;br /&gt;didukung oleh berbagai pihak semacam ini tidak akan terbendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sistem (syariah) dan kekuasaan (khilafah atau penyatuan ke dalam&lt;br /&gt;khilafah) Islam tegak melalui jalan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan tersebut merupakan jalan yang didasarkan pada kesadaran masyarakat&lt;br /&gt;dan perjuangan bersama antara partai dengan umat sehingga dikenal dengan&lt;br /&gt;jalan ‘an thariq al-ummah (melalui jalan umat). Tampak, jalan tersebut&lt;br /&gt;merupakan jalan damai dan alami. Tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan&lt;br /&gt;atau dikhawatirkan. Sebab, inti dari metode itu adalah kesadaran umat&lt;br /&gt;dan tuntutan umat demi kemaslahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasalahatan umat itu bukanlah sekadar persoalan moralitas dan sentimen&lt;br /&gt;keagamaan. Namun, Partai politik Islam juga memiliki solusi syariah yang&lt;br /&gt;cerdas, dan bisa diterapkan oleh negara, seperti menjamin kebutuhan&lt;br /&gt;pokok (sandang, pangan, dan papan) tiap individu masyarakat. Mekanisme&lt;br /&gt;ini dilakukan setelah secara individu, seseorang tidak mampu&lt;br /&gt;memenuhinya, dan keluarga dekatnya tidak mampu memenuhinya. Selain itu,&lt;br /&gt;Islam juga menjamin kebutuhan kolektif, seperti pendidikan, kesehatan&lt;br /&gt;dan keamanan gratis sebagaimana yang banyak dinyatakan dalam al-Quran&lt;br /&gt;dan hadits Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah seharusnya partai politik Islam. Kehadirannya didambakan&lt;br /&gt;oleh rakyat yang menginginkan hidup sejahtera di dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-236451377342744968?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/09/parpol-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-8216772522808895879</guid><pubDate>Fri, 05 Sep 2008 09:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-05T18:37:59.126-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Puasa</category><title>Amalan Yang Sangat Besar Pahalanya Pada Bulan Puasa</title><description>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali bin Abu Thalib RA, yang pernah bertanya kepada &lt;br /&gt;Rasulullah SAW tentang ibadah salat Tarawih di bulan &lt;br /&gt;puasa, ALLAH menjanjikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 1&lt;br /&gt;ALLAH menghapuskan dosa kita, seperti kita baru lahir dari &lt;br /&gt;perut sang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 2&lt;br /&gt;ALLAH menghapuskan dosa kita dan dosa kedua orang tua &lt;br /&gt;kita, bila mereka mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 3&lt;br /&gt;Malaikat dari Arsy mohon kepada ALLAH agar diterima ibadah &lt;br /&gt;kita, serta dihapuskan dosa-dosa kita yang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 4&lt;br /&gt;Diberikan pahala kepada kita sebagaimana pahala &lt;br /&gt;orang-orang yang telah membaca Taurat, Injil, Zabur dan &lt;br /&gt;Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 5&lt;br /&gt;Diberikan pahala kepada kita sebagaimana pahala orang yang &lt;br /&gt;menjalankan salat di Masjidilharam Mekah, Masjid Nabawi &lt;br /&gt;Medinah, serta Masjidil-Aqsha Jerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 6&lt;br /&gt;Diberikan pahala kepada kita sebagaimana pahala mereka &lt;br /&gt;yang tawaf di Baitulmakmur, serta seluruh batu dan bata &lt;br /&gt;pada bangunan itu memintakan ampunan atas dosa-dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 7&lt;br /&gt;Diberikan pahala kepada kita, seperti pahala orang yang &lt;br /&gt;ikut nabi Musa AS melawan Fir’aun dan Haman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 8&lt;br /&gt;Diberikan pahala kepada kita seperti yang ALLAH berikan &lt;br /&gt;pahala kepada nabi Ibrahim AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 9&lt;br /&gt;Akan diberikan pahala kepada kita, sesuai dengan ibadah &lt;br /&gt;seorang nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 10&lt;br /&gt;ALLAH akan memberikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 11&lt;br /&gt;Akan dihapuskan dosa kita bila kita meninggal, seperti &lt;br /&gt;kita baru keluar dari perut Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 12&lt;br /&gt;Pada hari kiamat, kita akan bangkit dengan muka cemerlang &lt;br /&gt;seperti bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 13&lt;br /&gt;Pada hari kiamat, kita akan bebas dari ketakutan yang &lt;br /&gt;membuat manusia sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 14&lt;br /&gt;Para malaikat memberi kesaksian salat Tarawih kita, dan &lt;br /&gt;ALLAH tidak menghisab kita lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 15&lt;br /&gt;Kita akan menerima shalawat dari para malaikat termasuk &lt;br /&gt;malaikat penjaga Arsy dan Kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 16&lt;br /&gt;Kita akan mendapat tulisan “Selamat” dari ALLAH, kita &lt;br /&gt;bebas masuk surga, dan lepas dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 17&lt;br /&gt;ALLAH akan memberi pahala kepada kita sesuai pahala para &lt;br /&gt;nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 18&lt;br /&gt;Malaikat akan memohon kepada ALLAH agar kita dan orangtua &lt;br /&gt;kita selalu mendapat restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 19&lt;br /&gt;ALLAH akan mengangkat derajat kita ke Firdaus (surga yang &lt;br /&gt;tinggi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 20&lt;br /&gt;Diberikan pahala kepada kita sesuai pahala para syuhada &lt;br /&gt;dan salihin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 21&lt;br /&gt;ALLAH akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk &lt;br /&gt;kita di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 22&lt;br /&gt;Kita akan merasa aman  dan bahagia pada hari kiamat, &lt;br /&gt;karena kita terhindar dari rasa takut yang amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 23&lt;br /&gt;ALLAH akan membuatkan sebuah kota untuk kita di dalam &lt;br /&gt;surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 24&lt;br /&gt;ALLAH akan mengabulkan 24 permohonan kita selagi kita &lt;br /&gt;masih hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 25&lt;br /&gt;Kita akan bebas dari siksa kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 26&lt;br /&gt;ALLAH akan mengangkat derajat amal kebaikan kita &lt;br /&gt;sebagaimana derajat amal kebaikan kita selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 27&lt;br /&gt;Kita akan secepat kilat bisa melewati Siratalmustakim &lt;br /&gt;nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 28&lt;br /&gt;Akan dinaikkan derajat kita 1.000 kali oleh ALLAH di dalam &lt;br /&gt;surga kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 29&lt;br /&gt;ALLAH akan memberikan pahala kepada kita seperti kita &lt;br /&gt;menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima ALLAH ( &lt;br /&gt;haji mabrur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke – 30&lt;br /&gt;ALLAH menyuruh kita untuk memakan semua buah di surga, &lt;br /&gt;minum air kausar, mandi air salsabil (air surga). Karena &lt;br /&gt;ALLAH Tuhan kita, dan kita hamba ALLAH yang setia.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-8216772522808895879?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/09/amalan-yang-sangat-besar-pahalanya-pada.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-8970363024762075485</guid><pubDate>Wed, 06 Aug 2008 06:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-07T04:48:48.233-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Info</category><title>Sekian dari Kebesaran-Mu</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XtHXI_thmBw/SJrhGf2Db6I/AAAAAAAAAc0/_qJ1Ugk_PVM/s1600-h/XX.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XtHXI_thmBw/SJrhGf2Db6I/AAAAAAAAAc0/_qJ1Ugk_PVM/s200/XX.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231741418887933858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BMW Group Design memperkenalkan GINA Light Visionary Model, sebuah konsep mobil masa depan yang akan mempengaruhi pengembangan mobil ke depannya. &lt;br /&gt;BMW GINA merupakan mobil yang dapat berubah bentuk.GINA juga membawa cara baru dalam hal pola mobil, bahan dan fleksibelitas. GINA diposisikan untuk menggambarkan bentuk dan fungsionality mobil masa depan yang merepresentasikan kepribadian dan gaya hidup.&lt;br /&gt;Berubah bentuk seperti apa yang dimaksud BMW? Pada saat normal, ketika headlight tidak aktif, lampu tersebut akan tersembunyi di balik covernya. Saat penutup lampu dibuka dan lampu dinyalakan, kontur bagian depannya akan berubah. &lt;br /&gt;Desainnya diambil dari Z-series, 2 seater. Bodynya terbuat dari kumpulan struktur kabel-kabel metal yang dibalut dengan karbon pada bagian luarnya. Pada kecepatan tertentu, bagian spoiler belakangnya dapat mengangkat secara elastis. Mereka menyebutnya height-adjustable rear spoiler.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tuhan menciptakan juga kuda, bighal, dan keledai untuk kendaraan dan perhiasanmu, dan akan menciptakan juga jenis-jenis kendaraan yang belum kamu ketahui. S.An-Nahl ayat 8&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-8970363024762075485?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/08/salah-satu-kebesaran-mu.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XtHXI_thmBw/SJrhGf2Db6I/AAAAAAAAAc0/_qJ1Ugk_PVM/s72-c/XX.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-1320637224387021717</guid><pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-07T04:43:43.952-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kafir</category><title>Kaidah Mengkafirkan Orang  Tertentu, Bolehkah ?</title><description>&lt;strong&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “… Padahal aku senantiasa -dan orang yang selalu mendampingiku selalu mengetahuinya- termasuk orang yang sangat melarang untuk menisbatkan orang tertentu dengan kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan. Kecuali jika orang itu telah nyata baginya kebenaran ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , yang barangsiapa menyalahinya, kadangkala bisa menjadi kafir, fasik, atau pelaku maksiat. Dan aku menjelaskan bahwa Allah Ta’ala mengampuni kesalahan (yang tidak disengaja) bagi umat ini. Pengampunan tersebut meliputi kesalahan dalam masalah khabariyyah qauliyyah (keyakinan) dan masalah-masalah ‘amaliyyah. Para ulama Salaf masih banyak berbeda dalam masalah ini, tetapi tidak seorang pun di antara mereka yang menyatakan kafir, fasik, atau pelaku maksiat terhadap seseorang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah berkata, adapun mengkafirkan orang tertentu yang telah diketahui keimanannya -dengan adanya kerancuan dalam imannya itu-, maka ini adalah perkara yang besar. Telah tetap di dalam ash-Shahih (Shahih al-Bukhari), dari Tsabit bin adh-Dhahhak, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“… Dan melaknat seorang Mukmin seperti membunuhnya. Siapa saja yang menuduh seorang Mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah tetap di dalam kitab ash-Shahih, bahwa barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mengkafirkan orang tertentu –dengan maksud mencelanya saja- seperti membunuhnya, lantas bagaimana keadaanya, apabila pengkafirannya itu didasari dari keyakinannya? Tentunya itu lebih dahsyat daripada membunuhnya. Karena, setiap orang yang kafir boleh untuk dibunuh, namun tidak semua orang yang boleh dibunuh berarti dia orang kafir. Terkadang orang yang mengajak kepada bid’ah (ahlul bid’ah) dibunuh dengan sebab usahanya dalam menyesatkan dan merusak manusia, padahal mungkin saja Allah Ta’ala akan mengampuninya di akhirat karena keimanan yang ada padanya.Karena, terdapat nash-nash yang mutawatir yang menjelaskan bahwa, akan keluar dari neraka orang yang terdapat keimanan seberat biji dzarrah di dalam hatinya.Sesungguhnya syari’at Islam dibangun di atas pokok yang agung, yang tegak dengan pokoknya sendiri, yaitu apa yang dijelaskan oleh Syaikhul- Islam Ibnu Taimiyyah, beliau berkata: “Sesungguhnya pengkafiran yang umum –seperti ancaman yang umum- wajib mengatakan dengan kemutlakan dan keumumannya. Adapun hukum terhadap orang tertentu bahwa ia kafir, atau dipersaksikan dengan masuk neraka, maka ia harus didasari pada dalil orang tertentu, karena hukum ini tegak dengan adanya syarat-syarat dan tidak adanya penghalang”. (Selesai dari kitab at-Tabshir, hlm. 35).Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata tentang hukum mengkafirkan dan memfasikkan, “Hukum kafir dan fasik bukanlah hak kita. Itu kita kembalikan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Hukum ini termasuk hukum-hukum syari’ah yang dasar rujukannya al Qur`an dan as-Sunnah. Untuk itu dalam masalah ini wajib bersikap sangat hati-hati. Tidak boleh dihukumi kafir atau fasik, kecuali orang yang ditunjukkan oleh Kitab dan Sunnah atas kekafiran atau kefasikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, seorang Muslim yang menunjukkan kelakuan baiknya adalah tetap Muslim dan dapat diterima kesaksiaannya, hingga hal tersebut benar-benar tidak ada lagi berdasarkan dalil syar’i. Kita tidak boleh gegabah dalam menghukumi kafir atau fasik, karena tindakan ini dapat mengakibatkan dua resiko berat yang wajib dihindari. Pertama. Melakukan pendustaan terhadap Allah Ta’ala dalam hukum dan terhadap orang yang dihukumi dalam tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Kedua. Terjerumus sendiri dalam tuduhan yang dilontarkan kepada saudaranya yang muslim tersebut, bilamana diri orang yang dituduh itu bersih (dari tuduhan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila seseorang mengkafirkan saudaranya (yang Muslim), maka pasti seseorang dari keduanya mendapatkan kekafiran itu. Dalam riwayat lain: Jika seperti apa yang dikatakan. Namun jika tidak, kekafiran itu kembali kepada dirinya sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula dalam Shahih Muslim dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa memanggil seseorang dengan kafir atau mengatakan kepadanya “hai musuh Allah”, padahal tidak demikian halnya, melainkan panggilan atau perkataannya itu akan kembali kepada dirinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ini, sebelum menghukumi seorang Muslim dengan kafir atau fasik harus diperhatikan dua perkara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Dilalah (penunjuk) Kitab dan Sunnah, bahwa perkataan atau perbuatan itu mengakibatkan menjadi kufur atau fasik. &lt;br /&gt;2). Inthibaq (ketepatan/kesesuaian) hukum yang diberikan ini terhadap si pelaku. Yaitu, apabila telah terpenuhi syarat-syarat pengkafiran dan tidak adanya suatu halangan apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara syarat terpenting ialah, si pelaku mengetahui kalau ia melakukan suatu perbuatan yang dapat mengakibatkan dia menjadi kafir atau fasik. Karena, Allah Ta’ala berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisa‘:115]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [At-Taubah :115]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, para ulama mengatakan, tidak dihukumi kafir orang yang mengingkari faraidh (kewajiban-kewajiban) manakala ia baru masuk Islam, sebelum diberikan penjelasan kepadanya. Dan termasuk penghalangnya ialah, bahwa apa yang mengakibatkannya kafir atau fasik terjadi tanpa keinginannya atau di luar kesadarannya. Di antaranya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). Adanya unsur paksaan. Si pelaku melakukannya karena dipaksa, bukan karena suka untuk berbuat itu. Maka ketika itu dia tidak kafir, berdasarkan firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang dilapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar” [An-Nahl : 106]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Tertutup pikirannya sehingga tidak lagi menyadari apa yang dikatakan, disebabkan terlalu senang, sangat sedih, panik, takut dan lainnya. Dasarnya hadits yang diriwayatkan dalam shahih Muslim, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala lebih senang terhadap taubat hamba-Nya daripada senangnya seseorang karena menemukan kembali binatang tunggangannya. Orang itu bepergian dengan menaiki binatang tunggangannya, tetapi kemudian hilang terlepas di tengah padang pasir, padahal makanan dan minumannya ada pada binatang tunggangannya. Karena merasa putus asa, ia berteduh dan beristirahat di bawah sebuah pohon. Dia telah putus asa untuk mendapatkan binatang tunggangannya. Tatkala dalam keadaan demikian itu, tiba-tiba binatangnya berdiri di hadapannya, maka ia segera memegang tali pelananya, kemudian karena amat senanganya ia mengatakan, ‘Ya Allah, Engkau hambaku dan aku adalah Rabb-Mu’, dia salah berkata karena sangat senang” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Tanimiyah rahimahullah menjelaskan, “Adapun takfir (pengkafiran), maka yang benar ialah, bahwa barangsiapa dari ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berijtihad dan bertujuan mencari al-haq kemudian salah, maka tidak dikafirkan. Sedangkan siapa yang mengetahui secara jelas apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian menentangnya setelah nyata kebenaran baginya dan mengikuti selain jalan kaum mukminin, maka ia adalah kafir. Dan barangsiapa mengikuti hawa nafsunya, tidak bersungguh-sungguh mencari al-haq, dan berbicara tanpa dasar ilmu, maka ia telah berbuat maksiat dan dosa. Selanjutnya ia bisa menjadi fasik, dan bisa juga ia mempunyai kebaikan-kebaikan yang dapat mengalahkan keburukannya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau rahimahullah juga mengatakan, “Padahal aku senantiasa –dan orang yang selalu mengdapingiku selalu mengetahuinya- termasuk orang yang sangat melarang untuk menisbatkan orang tertentu dengan kekafiran, kefasikan, dan kemasiatan ; kecuali jika orang itu bahwa telah nyata baginya kebenara ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang barangsiapa yang menyalahinya kadangkala bisa menjadi kafir, fasik, atau pelaku maksiat. Dan aku menjelaskan bahwa Allah Ta’ala mengampuni kesalahan (yang tidak disengaja) bagi ummat ini. Pengampunan tersebut meliputi kesalahan dalam masalah khabariyyah qauliyyah dan masalah-masalah amaliyyah. Para salaf masih banyak berbeda dalam masalah ini, tetapi tidak seorangpun di antara mereka yang menyatakan kafir, fasik, atau pelaku maksiat terhadap seseorang” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunjuk beberapa contoh, selanjutnya beliau rahimahullah mengatakan : “Dan pernah aku terangkan bahwa, apa yang diberitakan dari para salaf dan imam-imam, yaitu pernyataan secara umum bahwa kafirlah orang yang mengatakan ini atau… ; itu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus dibedakan antara pernyataan yang bersifat umum dan pernyataan yang sifatnya tertentu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjelaskan lebih lanjut, “Dan takfir termasuk al-wa’id (ancaman). Karena, meskipun ucapan tersebut pendustaan terhadap apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi orang itu mungkin saja baru masuk Islam atau dibesarkan di perkampung terpencil. Seperti ini tidak kafir hanya disebabkan mengingkari sesuatu yang diingkarinya sebelum jelas baginya hujjah. Dan mungkin pula, orang ini belum mendengar nash-nash itu, atau ia telah mendengarnya namun menurut dia belum kuat, atau menurut dia ada suatu penghalang yang menghalanginya, kemudian mesti ditakwil, sekalipun sebenarnya ia salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun selalu menyebutkan hadits yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim tentang orang yang berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila aku mati, maka bakarlah aku dan perabukan, kemudian kuburkan aku di lautan. Demi Allah, jika Allah berkuasa membangkitkan diriku, niscaya Dia akan menyiksaku dengan siksaan yang tidak Dia kenakan kepada seorangpun dari makhluk-Nya”, maka mereka pun melakukan pesannya itu. (Pada hari Kiamat) Allah Ta’ala berfirman kepadanya : “Apa yang mendorongmu berbuat demikian?” Dia menjawab, “Yakni rasa takutku kepada-Mu”, akhirnya Allah mengampuninya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ini adalah orang yang masih ragu terhadap kekuasaan Allah Ta’ala dan kemampuan-Nya untuk mengembalikan dirinya (yang sudah menjadi abu) bila telah ditaburkan. Dia mempunyai suatu keyakinan bahwa ia tidak akan dikembalikan. Ini adalah kufur menurut kesepakatan kaum Muslimin. Akan tetapi, orang tersebut bodoh, tidak tahu hal itu, padahal ia seorang mukmin yang takut akan siksaan Allah. Disebabkan iman dan rasa takutnya itu, Allah Ta’ala pun mengampuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pentakwil dari kalangan ahli ijtihad yang bersungguh-sungguh mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih patut mendapat ampunan daripada orang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ini, jelaslah adanya perbedaan antara perkataan dan orang yang mengatakannya, antara pebuatan dan sipelakunya. Maka tidak semua perkataan atau perbuatan yang menjadikan kafir atau fasik, orang yang mengatakannya atau si pelakunya dihukumi demikian pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Dasar masalah ini ialah bahwa perkataan yang merupakan kufur kepada Kitab, Sunnah, dan ijma’ disebut sebagai kufur dari segi perkataannya, dikatakan sebagaimana yang ditunjuk oleh dalil-dalil syari’at. Karena, iman termasuk hukum-hukum yang diambil dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, bukan termasuk hukum manusia atas dasar dugaan dan hawa nafsu mereka. Setiap orang yang mengatakan perkataan kufur tidak mesti dikatakan kafir hingga terpenuhi pada dirinya syarat-syarat takfir dan tidak ada halangan-halangannya.&lt;br /&gt;Halaman ke-2 dari 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh.&lt;br /&gt;Orang yang berkata bahwa khamr atau riba adalah halal, disebabkan baru masuk Islam atau dibesarkan di perkampungan terpencil atau mendengar perkataan tersebut berasal dari Al-Qur’an atau dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti halnya ada di antara para Salaf yang mengingkari suatu perkara sampai nyata benar bagi dirinya bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mensabdakannya… Mereka itu tidak dihukumi kafir hingga jelas bagi mereka hujjah yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana telah difirmankan oleh Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-Rasul itu” [An-Nisa : 165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah telah mengampuni untuk ummat ini kesalahan dan kehilafan (lupa)” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah bahwa, suatu perkataan fasik atau kafir tidak mesti pelakunya menjadi fasik atau kafir karenanya. Sebab tidak terpenuhi syarat-syarat takfir atau tafsik, atau ada suatu penghalang syar’i yang menghalanginya. Adapun orang yang telah jelas al-haq baginya, tetapi masih saja menentangnya karena mengikuti keyakinan yang dianutnya atau panutan yang diagungkannya, atau karena kepentingan duniawi yang lebih diutamakannya, maka ia berhak mendapatkan akibat penentangannya itu, yaitu kekafiran atu kefasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, seorang mukmin wajib menjadikan aqidah dan amal perbuatannya tegak di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, menjadikan keduanya sebagai panutannya, berpelita dengan cahaya kebenarannya, dan berjalan di atas manhaj keduanya. Inilah jalan yang lurus yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia ; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kami bertakwa” [Al-An’am : 153]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendakalah ia menjauhi apa yang dilakukan sebagian orang, yakni mendasarkan aqidah dan amalnya atas suatu madzhab tertentu. Maka bila medapati nash-nash Kitab dan Sunnah tidak sesuai dengan madzhabnya, dia berusaha memalingkan nash-nash ini agar sesuai dengan madzhabnya itu dengan memberikan pentakwilan yang dibuat-buat. Akibatnya, Kitab dan Sunnah dibuat menjadi penganutnya, bukan menjadi panutannya. Sedangkan selain Kitab dan Sunnah dijadikan panutan, bukan yang menganut. Ini adalah salah satu cara orang-orang yang mendahulukan hawa nafsu, bukan orang-orang yang mengikuti tuntuntan kebenaran. Allah Ta’ala mencela cara seperti ini dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andaikata kebenaran itu mengikuti hawa nafsu mereka, pasti hancurlah langit dan bumi ini serta semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan peringatan (Al-Qur’an) kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu” [Al-Mu’minun : 71]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengadakan studi tentang madzhab-madzhab dalam masalah ini, akan mendapati sesuatu yang sangat menakjubkan dan akan tahu, betapa perlunya ia mendekatkan diri kepada Rabb untuk memohon hidayah dan ketetapan hati, tegak di atas kebenaran, dan berlindung kepada-Nya dari penyimpangan dan kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang memohon kepada Allah dengan tulus dan meinta kepada-Nya dengan meyakini kemahacukupan Rabb-nya dan kebutuhan ia kepada Rabb-nya, maka ia patut untuk dikabulkan oleh Allah Ta’ala permintaannya. Allah Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran” [Al-Baqarah : 186]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk orang yang melihat kebenaran sebagai suatu kebenaran dan mengikutinya, serta melihat kebathilan sebagai suatu kebathilan dan menjauhinya, orang baik-baik yang melakukan perbaikan, dan tidak menyesatkan hati kita setelah ditunjuki-Nya dan memberi kita rahmat. Sesunggunya Dia Maha pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Rabb sekalian alam, dengan nikmat-Nyalah setiap kebaikan menjadi sempurna. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi pembawa rahmat, penunjuk ummat ke jalan Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji, dengan izin Rabb-nya, dan semoga tercurah pula kepada keluarga beliau, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan sampai hari pembalasan&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-1320637224387021717?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/06/kaidah-mengkafirkan-orang-tertentu.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-4588414528722155117</guid><pubDate>Sun, 18 May 2008 08:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-07T04:44:13.100-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Si Pemilik Blog</category><title>Kabar</title><description>&lt;strong&gt;Apa kabar sahabat ?, mudah-mudahan tetap dalam lindungan Tuhan, amin.Lama tidak menulis hal yang pernah terjadi disekeliling&lt;br /&gt;kita. &lt;br /&gt;Terima kasih sudah dan masih setia berkunjung ke blog ini.Kabar dari saya selain masih mencari rezeki untuk bantu keluarga dan menabung,&lt;br /&gt;juga masih belajar, belajar, belajar, dan belajar tentang islam, belum sampai belajar yang berat seperti &lt;br /&gt;filsafat islam, hmmm...belum...mungkin benar, krn hidup ini sibuk dan tidak ada habisnya, doa yang berusaha selalu diucapkan &lt;br /&gt;adalah agar jangan sampai terlena dengan urusan duniawi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, saya ingin menceritakan sesuatu yang ringan,kemarin bertemu dengan seorang teman, dia lulusan Diploma, sekarang&lt;br /&gt;pengangguran, pernah bekerja beberapa kali, tapi beberapa kali pula dia keluar kerja, mulai dari alasan digoda atasan, teman&lt;br /&gt;yang punya niat jelek untuk persaingan, gaji yang tidak sesuai dengan jam kerja dan jarak dari rumah ke kantor, sampai bangkrut&lt;br /&gt;dan kontrak habis.Saya yakin, semua orang juga pernah dan mungkin sedang mengalami hal seperti diatas.Apalagi&lt;br /&gt;zaman seperti sekarang, semua berusaha mendapatkan pekerjaan, hanya untuk menyambung hidup, dengan jumlah penduduk sekitar&lt;br /&gt;200 juta, bukan pekerjaan mudah, walaupun daerah wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke, bila kesejateraan tidak merata,&lt;br /&gt;tidak saling menghargai, bukan hal yang aneh, hal seperti sekarang sedang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman bercerita, sebenarnya dia bekerja hanya untuk mencari uang untuk modal usaha, kecil2an krn dia punya hobi dan bakat bikin kue, memang teman&lt;br /&gt;hobby memasak, dan dia jago bikin kue, rencanannya ingin buka usaha sendiri sekaligus bisa menemani orang tua yang sudah tua di&lt;br /&gt;rumah, krn tidak mungkin untuk dia bekerja di luar kota ataupun luar pulau.Lalu tidak beberapa lama dia dapat pinjaman uang dari&lt;br /&gt;kakaknya walaupun modal itu belum cukup, alhamdullillah, mulai berkembang sedikit demi sedikit, hanya seperti yang kita tahu,&lt;br /&gt;bisnis seperti ini adalah musiman, ada waktu tertentu laris, ada waktu tertentu sepi, yang menjadi masalah teman saya adalah&lt;br /&gt;bagaimana bisa mendapatkan uang untuk hal lain-lain disamping usaha kue yang baru dirintis, orang tua dia tidak bekerja, hasil&lt;br /&gt;sewa kost2an hanya cukup untuk bayar listrik dan telpon, dia tidak jarang sering bercerita bahwa sering dalam seminggu hanya &lt;br /&gt;makan 3 kali !!, dia mempunyai kakak yang sudah bekerja dengan gaji dibawah UMR, ada usaha kost 5 kamar, tapi masih tidak cukup&lt;br /&gt;untuk makan ? bagaimana dengan para fakir miskin, gelandangan, pengemis di jalanan ??...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, waktu mendengar cerita dia, saya ingin menangis, yang saya ingat dari dia waktu bertemu, pakaian yang dia pakai, masih&lt;br /&gt;sama dengan pakaian yang dia pakai waktu lulus SMU 10 tahun lalu. Dia mengenakan baju kaos garis warna hijau dan hitam, baju&lt;br /&gt;itu pernah dipakai saat menemani saya membeli buku, waktu itu dia saya tawari makanan dan grosir kaos murah, tapi tidak mau,&lt;br /&gt;ternyata pakaian itu masih dia pakai hingga sekarang, umur dia sekarang 29 tahun.Saya sebagai teman, hanya bisa menasihati&lt;br /&gt;untuk terus istighfar, sungguh berbeda dengan orang yang mempunyai uang banyak, membeli baju dalam 2 bulan saja mungkin sudah&lt;br /&gt;dianggap tidak enak, ohya, teman saya itu adalah seorang wanita, sahabat mungkin tahu bagaimana seorang wanita yg mempunyai naluri untuk berbelanja&lt;br /&gt;walaupun dia seorang penghemat, apakah hak dia untuk bersenang tidak boleh sebagai manusia ? walaupun nabi kita hanya mempunyai&lt;br /&gt;1 baju dalam hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bercerita, ingin pergi ke mekah, bekerja sebagai pembantu, atau cleaning service di masjidil haram pun tidak masalah,&lt;br /&gt;memakai burqa atau cadar tidak masalah bagi dia, krn aturan itu malah akan membuat dia semakin dekat dengan Tuhan, ujarnya.&lt;br /&gt;Dia tidak ingin tinggal di sini, alasannya cuma sederhana, kehidupan sekarang membuatnya bingung, seperti hal yang buruk&lt;br /&gt;bercampur dengan hal yang baik. Saya hanya bisa berucap, bersyukurlah apa yang telah diberikan oleh ALLAH apapun itu, kita hanya&lt;br /&gt;dapat berusaha, berhati-hati saja dalam langkah hidup ini.Tetap mengingat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan teman, selang beberapa hari seperti biasa, rutinitas yg masih digali, membaca Al-Qur'an  &lt;br /&gt;, suatu hari sampai pada surat Al-Ba'raaah 9:19-20, mengenai memberi minum dan mengurus masjidil haram, sahabat bisa membuka Al-Qur'an sejenak,&lt;br /&gt;Subhanallah...terus terang, merinding membaca arti surat Al-Ba'raaah, sungguh hidup ini perjuangannya berat, sangat berat menghadapi semua&lt;br /&gt;problema yang ada didunia, selain cobaan kesenangan dari ALLAH, saya jadi teringat teman yang dulu pernah bercerita pada saya.&lt;br /&gt;Saya hanya bisa menangis, ALLAH maha besar... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat berita di televisi, ada seorang raja di arab, selalu memberikan uang pada pengantin baru menengah bawah untuk modal&lt;br /&gt;hidup maupun usaha, &lt;br /&gt;uang itu hasil dari bisnis di negaranya, mungkin seperti hasil APBN di negara kita, dulu saya bertanya untuk apa uang itu&lt;br /&gt;diberikan pada pengantin yang baru menikah ? ya saya tahu mereka dari menengah bawah, dia juga tak lupa memberikan pada&lt;br /&gt;fakir miskin.Sekarang saya menyadari, bahwa mereka adalah manusia, tugas kita untuk saling tolong menolong,&lt;br /&gt;saling memperingatkan ke jalan yang lurus, sungguh penghargaan pada manusia begitu tinggi. Menghargai manusia dan menjunjung&lt;br /&gt;martabat sebagai manusia begitu tinggi. Saya merasa masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk sahabat kita yang lain.A&lt;br /&gt;papun keadaan, kemampuan kita, tanpa harus membawa bendera partai, kelompok, yang hanya mmebawa mudarat, bila tidak bisa memegang teguh janji awal perjuangan.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, ALLAH memberikan kita bimbingan, apalagi dalam keadaan &lt;br /&gt;seperti sekarang, tetap bersyukur dan ikhlas. Dan tak lupa, tetap menghargai manusia dan hidup.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-4588414528722155117?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/05/kabar.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-7977493363701187688</guid><pubDate>Tue, 13 May 2008 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-07T04:44:40.665-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Seni Patung</category><title>Seni Lukis, Seni Pahat, Seni Patung dan Monumen</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya : &lt;br /&gt;1. Apakah keharman seni (lukis dan seni pahat) bersifat mutlak atau hanya untuk waktu tertentu? &lt;br /&gt;2. Apa pandangan Islam terhadap pembuatan patung untuk berbagai macam tujuan? &lt;br /&gt;3. Apa pandangan Islam terhadap monumen dan tugu-tugu peringatan bagi tentara atau pahlawan tidak dikenal? &lt;br /&gt;4. Apa pandangan Islam terhadap karya lukis klasik dan seni abstrak? &lt;br /&gt;5. Apa pandangan/sikap para pelaku seni (dalam hal ini pelukis dan pemahat) terhadap hadits-hadits yang mengharamkan hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;1. Seni pahat atau seni lukis terhadap makhluk bernyawa hukumnya haram dan keharamannya adalah bersifat mutlak sepanjang masa kecuali bila itu dirasakan benar-benar penting seperti gambar atau photo untuk surat izin perjalanan, kartu tanda pengenal, paspor, kartu tanda pengenal dalam pekerjaan dan sebagainya yang digunakan untuk menghindari terjadinya penipuan identitas atau menjaga keamanan diri kita, maka dalam hal-hal ini terdapat pengecualian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendirikan patung untuk berbagai macam tujuan adalah haram, baik untuk dijadikan sebagai monumen peringatan bagi seorang raja, panglima perang, pemimpim sautu kaum, tokoh-tokoh pembaharuan, atau tokoh-tokoh yang menjadi simbol kecerdasan dan kegagahan seperti patung Abi Al-Haul ataupun untuk tujuan lainnya, karena keumuman hadits shahih yang menjelaskan tentang pelarangan hal-hal demikian, dan karena patung-patung dan gambar-gambar tersebut merupakan pemicu atau sarana bagi kemusyrikan sebagaimana yang terjadi pada kaum Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mendirikan tugu-tugu atau menumen peringatan orang-orang terkenal dari kalangan pemimpin atau orang-orang yang ikut andil dalam membangun negara, baik dari kalangan ilmuwan, ahli ekonomi, politikus, juga mendirikan tugu peringatan bagi tentara atau pahlawan tidak dikenal merupakan perbuatan kaum jahiliyah dan merupakan perbuatan yang sangat berlebihan (melamaui batas). Maka dari itu, seringkali kita melihat orang-orang mengadakan upacara atau pesta peringatan disekitar tugu-tugu tersebut yang digelar pada waktu-waktu tertentu dengan meletakkan karangan bunga sebagai tanda penghormatan kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan yang demikian sama saja dengan pemujaan berhala yang dilakukan pada masa-masa awal (jahiliyah) dan merupakan sarana menuju kesyirikan terbesar dan penentangan terhadap Allah. Maka kita wajib menghindari diri dari taklid yang demikian dengan menjaga kemurnian tauhid, mencegah pemborosan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, dan menjauhkan diri dari perbuatan orang-orang kafir dengan tidak mengikuti mereka dalam kebiasaan dan taklid yang tidak ada kebaikan di dalamnya, bahkan menyeret kepada kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lingkup keharaman dalam masalah gambar atau lukisan adalah lukisan atau gambar makhluk bernyawa, baik gambar yang dipahat berupa patung maupun gambar yang dilukis di atas dinding, kanvas, kertas ataupun di atas kain tenun, baik yang dilukis dengan pinsil, pena ataupun alat tulis lainnya, baik lukisan dengan obyek nyata atau lukisan yang mengandalkan imajinasi, besar maupun kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka obyek pelarangan di sini adalah segala jenis gambar makhluk bernyawa meskipun obyek penggambarannya berdasarkan imajinasi, seperti lukisan yang menggambarkan orang-orang terdahulu pada masa Fir’aun, atau lukisan para pemimpin perang salib, dan seperti lukisan yang menggambarkan Isa dan Bunda Maria yang dipampang di gereja-gereja serta gambar-gambar lainnya. Ini disebabkan keumuman nash yang menjelaskan tentang hal itu, juga dikarenakan pada hal yang demikian terdapat persamaan atau penyerupaan dari makhluk Allah, dan juga karena ia membawa kepada kesyirikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sebagian dari mereka bersikap mengingkarinya, tetapi hadits-hadits dengan sangat tegas menyebutkan keharamannya sehingga tidak ada keraguan di dalamnya. Mereka yang begelut dan berkecimpung di bidang seni lukis dan pahat berdalih bahwa ada pengecualian terhadap hal itu sesuai dengan perkembangan zaman, namun mereka tidak akan pernah mendapatkan alasan yang tepat karena hadits-hadits tersebut bersifat umum dan sangat jelas pelarangannya. Mereka mencoba mencari pembenaran (legalitas) atas tindakan yang mereka lakukan dengan mencari-cari alasan (rukhsah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, mereka berkecimpung di bidang itu tidak lain hanya untuk mengekspresikan seni keindahan, menyalurkan hobi, mengaktuliasasikan daya khayal yang mereka miliki yang kemudian bermuara kepada keinginan mereka untuk menjadikan karya seni sebagai mata pencaharian dan lapangan pekerjaan atau alasan-alasan lain yang tidak mungkin mendapatkan pengecualian (rukhsah) atas keharaman yang ditunjukkan oleh nash dan tidak mungkin pula dapat menghindar dari eksistensinya sebagai sesuatu yang menyeret kepada dosa terbesar (syirik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiyah wal Ifta (1/478, 479)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Ha&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-7977493363701187688?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/05/seni-lukis-seni-pahat-seni-patung-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-7572124351832075208</guid><pubDate>Wed, 30 Apr 2008 04:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T21:47:47.153-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Jejak Nabi</category><title>Nabi Musa &amp; Seorang Wanita</title><description>&lt;strong&gt;Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy) Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.&lt;br /&gt;QS. Al-Ankabuut (29) 12&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-7572124351832075208?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/04/nabi-musa-seorang-wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-1831089344969076439</guid><pubDate>Wed, 30 Apr 2008 04:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T21:21:59.599-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teman</category><title>Email dari Teman</title><description>&lt;strong&gt;Assalamu'alaikum wr. wb Ketiga kalinya sudah saya menerima Email Berita dari &lt;br /&gt;Masjid Nabawi ini. Pada saat menerima Email 'Berita dari Masjid Nabawi' yang pertama (kira-kira 2 tahun yll) saya tidak begitu merespon Surat tersebut, dan &lt;br /&gt;memang tidak ada kejadian luar biasa terjadi. Hanya pernah terjadi sekeluarga mengalami sakit yang sama silih berganti, dan itu terjadi hingga 2 - 3 kali. (saya pikir ah cuma sakit flue biasa.......) Kemudian Berita dari Masjid Nabawi yang ke 2, saya terima sekitar Akhir tahun 2002 (tepatnya lupa) melalui sebuah milist dan kembali saya tidak merespon dengan baik email tersebut, bahkan justru mengkritisi Berita Dari Masjid Nabawi tersebut ; bahwa percaya kepada surat tersebut bisa menjadi syirik karena baik dan buruk kejadian yang kita alami ada ditangan Allah SWT. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kejadian aneh pertama terjadi : Ada orang yang mengumpat-umpat membaca coment saya tersebut..... .......... Dalam hati timbul tandatanya : &lt;br /&gt;'Wah hebat juga tuh Surat , baru dikomentari gitu aja udah diumpat dan diomeli orang yang nggak dikenal..... ...' Dan beberapa waktu kemudian musibah finansial menimpa saya, saya kehilangan beberapa &lt;br /&gt;pekerjaan... dalam hati saya ragu, apakah ini seperti yang disebutkan dalam Berita dari Masjid Nabawi tsb, yakni : 'Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang suratini, dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya' &lt;br /&gt;Dan malam ini saya menerima kembali Berita dari Masjid Nabawi yang ke 3. Saya coba baca dengan seksama berita tsb. Bagus juga isi beritanya, &lt;br /&gt;mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran.. Kenapa tidak saya coba untuk sampaikan kepada yang lain? Yang jelas merupakan amal yang baik telah m enyampaikan berita ajakan kepada kebaikan, selebihnya Wallahualam........Allah-lah yang mengetahui segala kejadian.... ... &lt;br /&gt;Semoga Berkah dan Rahmat Allah SWT senantiasa berlimpah kepada kita semua. BERITA DARI MASJID NABAWI.....BERITA PENTING...... BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA. &lt;br /&gt;SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA : 'AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW' WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG &lt;br /&gt;PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA. &lt;br /&gt;'Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba &lt;br /&gt;bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, 'didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati &lt;br /&gt;beriman, dikarenakan : 1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya &lt;br /&gt;2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin. 3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan. 4. Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada &lt;br /&gt;Allah SWT.' Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia : &lt;br /&gt;- Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW. &lt;br /&gt;- Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 ( lima ) waktu. &lt;br /&gt;Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu. &lt;br /&gt;Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji. &lt;br /&gt;PERHATIAN : &lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang membaca suratini hendaklah &lt;br /&gt;menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat. &lt;br /&gt;Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al'Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. &lt;br /&gt;Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa. &lt;br /&gt;Dan Barang siapa yang menyebarkan suratini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam &lt;br /&gt;sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung, setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua &lt;br /&gt;puluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya. Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang suratini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat &lt;br /&gt;dicintai dan disayanginya. Perlu diingat kalau kita &lt;br /&gt;sengaja tidak memberitahukan suratini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat &lt;br /&gt;bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar. &lt;br /&gt;Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopynya dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau rezeki yang &lt;br /&gt;tiada disangka-sangka. Suratini ditulis S.T. STAVIA sejak itu suratini menjelajah &lt;br /&gt;dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda. Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang kepada Anda dan keluarga Anda, KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI ! &lt;br /&gt;1. Tn. Mustafa mantan menteri Nasabah Malaysia , dipecat dari jabatannya karena beliau lupa setelah menerima suratini, tidak menyebarkannya,kemudian  beliau ingat suratini, lalu beliau menyalinnya &lt;br /&gt;dan Menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa lama kemudian beliau dilantik kembali menjadi menteri Kabinet. &lt;br /&gt;2. Tn. Gojali mantan menteri Malaysia telah menerima surat ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20 lembar dan menyebarkannya, dan beberapa hari kemudian beliau mendapat keuntungan yang &lt;br /&gt;luar biasa besarnya.. Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar Anda tidak merahasiakannya, dan anda segeralah menyebarkannya untuk teman-teman atau rekan-rekan Anda. &lt;br /&gt;Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu setelah Anda menyebarkan suratini. Allah SWT akan meridho'i niat baik Anda, selamat bertugas dan berkarya.            Salam, &lt;br /&gt;      PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW SYECKH       ACHMAD-MADINAH &lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-1831089344969076439?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/04/email-dari-teman.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-2101888049960319618</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T02:22:20.449-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Taubat</category><title>AYAT-AYAT YANG BERKAITAN DENGAN TAUBAT</title><description>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : "Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." [An-Nuur: 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb-mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersamanya, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, â€˜Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.â€ [At-Tahrim : 8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN TAUBAT NASHUHA&lt;br /&gt;Taubat nashuha adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah Ta'ala, tidak ada sekutu bagi-Nya dari dosa yang pernah ia lakukan karena sengaja atau lupa dengan kembali secara benar, ikhlas, percaya, dan berhukum dengan ketaatan yang akan mengantarkan hamba tersebut kepada kedudukan para wali Allah yang bertakwa serta menjauhkan antara ia dengan jalan-jalan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAJIBNYA TAUBAT NASHUHA&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai hamba yang bertaubat -semoga Allah memberikan taufiq kepadamu untuk melakukan taubat yang akan menghapus dosa sebelumnya dan semoga Allah membekalimu dengan takwa- bahwa taubat nashuha adalah fardhu 'ain atas setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang berfirman: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : "Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." [An-Nuur: 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzat Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang juga berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya ." [At-Tahriim : 8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Penyayang telah berfirman melalui lisan Nabi Syuâ aib : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan mohon ampunlah kepada Rabb-mu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih." [Huud: 90]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang mulia lagi tegas ini, sesuai dengan hadits-hadits yang mulia dan shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu â€˜alaihi wa sallam bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œWahai sekalian manusia bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari.â€[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah umat Islam -semoga Allah menambahkan kemuliaan kepada umat ini- telah sepakat akan wajibnya melakukan taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Qurthubi rahimahullah berkata dalam kitab al-Jaami li Ahkaamil Qurâ€™aan (V/90), Umat telah sepakat bahwa taubat adalah kewajiban (fardhu) atas orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Mukhtashar Minhaajul Qaashidiin, hal. 322, Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah berkata, Umat telah ijma' (sepakat) akan wajibnya taubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bersegeralah kalian wahai para hamba Allah untuk menuju kepada-Nya, niscaya kalian akan mendapatkannya sebagai Dzat Yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang serta berjalanlah di atas jalan orang-orang mukmin yang bertaubat, niscaya Rabb kalian akan membangkitkan kalian pada kedudukan yang mulia lagi terhormat.&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-2101888049960319618?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/04/ayat-ayat-yang-berkaitan-dengan-taubat.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-1104792165459095927</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T02:23:17.613-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Melanggar  Sumpah</category><title>Melanggar Sumpah Wajib Membayar Denda, Denda Sumpah Adalah Berupa Makanan Bukan Uang</title><description>&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya sering bersumpah di hadapan anak-anak saya agar mereka tidak melakukan perbuatan-perbuatan tertentu, tapi ternyata mereka tetap saja melakukannya. Apakah dengan demikian saya wajib membayar denda sumpah saya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Apabila anda bersumpah dihadapan anak-anak anda atau dihadapan siapapun agar mereka melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan, kemudian mereka melanggarnya, maka anda wajib membayar denda sumpah anda tersebut. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang disengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu". [Al-Ma'idah : 89]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika anda bersumpah untuk melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan, lalu anda melihat bahwa ternyata anda lebih baik membatalkan sumpah anda tersebut, maka batalkanlah sumpah anda kemudian anda membayar denda sumpah tersebut. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika engkau bersumpah, kemudian engkau melihat sesuatu yang lebih baik dari sumpah tersebut, maka batalkanlah sumpahmu (dengan membayar denda) dan kerjakanlah sesuatu yang lebih baik dari sumpahmu itu". [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENDA SUMPAH ADALAH BERUPA MAKANAN BUKAN UANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Ibu saya mempunyai kewajiban membayar denda sumpah (kaffarat yamin). Bolehkah saya yang membayarnya dengan uang real Saudi seharga makanan untuk 10 orang ? Kalau boleh, berapa real yang harus saya keluarkan ? Dan bolehkah uang tersebut saya serahkan kepda yayasan sosial ? Berikanlah jawaban kepada saya, semoga anda diberi pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Anda boleh membayarkan denda sumpah ibu anda, baik ketika ibu anda masih hidup atau sudah meninggal, dengan syarat ibu anda mengijinkannya. Adapun pembayaran denda tersebut harus berupa makanan, bukan uang. Karena hal tersebut sudah ditetapkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Banyaknya makanan yang harus diberikan adalah setengah sha' ( 1 Â½ kg) dan berupa makanan pokok penduduk setempat sepertu : Kurma, beras, jagung dan lain-lain. Atau boleh juga anda memberi makan siang atau malam kepada 10 orang miskin tersebut, atau memberikan kepada mereka pakaian yang bisa dipakai untuk shalat seperti ; ghamis (baju panjang), sarung, baju biasa dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Tsani, edisi Indonesia Fatawa Bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdillah, Penerbit At-Tibyan - Solo]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-1104792165459095927?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/04/melanggar-sumpah-wajib-membayar-denda_25.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-7722009997032264944</guid><pubDate>Tue, 15 Apr 2008 01:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-14T19:14:59.657-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Wanita</category><title>BERANGKATNYA WANITA MUSLIMAH KE MASJID</title><description>&lt;strong&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Pria itu dilahirkan sebagai anak Kristiani kemudian ia masuk Islam dan diikuti &lt;br /&gt;oleh isterinya pula, suatu hari Jum’at ketika ia pergi ke masjid bersama isterinya, seseorang berkata ; “Sesungguhnya &lt;br /&gt;seorang wanita muslimah dilarang masuk ke dalam masjid”, maka pria itu mendatangi imam masjid dan bertanya : “Mengapa &lt;br /&gt;wanita muslimah tidak boleh masuk ke dalam masjid?” Imam masjid itu menjawab : “Karena tidak semua wanita muslimah &lt;br /&gt;dalam keadaan suci, bahkan seluruh wanita muslimah di Makkah Al-Mukaramah tidak masuk ke dalam masjid-masjid &lt;br /&gt;karena hal itu tidak diizinkan bagi mereka”. Pria itu membacakan kepada sang imam surat Al-Jumu’ah ayat 9 &lt;br /&gt;yang berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, &lt;br /&gt;maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli”, Lalu pria itu bertanya : “Apakah hal ini benar?” &lt;br /&gt;dan ini termasuk, ia menyebutkan bahwa kaum wanita Kristiani melaksanakan ibadah di dalam gereja, &lt;br /&gt;tapi mengapa di haramkan bagi wanita muslimah untuk masuk ke dalam masjid? Ia mengharapkan jawaban &lt;br /&gt;tentang masalah ini agar dapat menerangkan kepada kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Boleh bagi wanita muslimah untuk melaksanakan shalat di dalam masjid-masjid, &lt;br /&gt;dan bagi suaminya tidak boleh melarang isterinya jika ia meminta izin untuk pergi &lt;br /&gt;ke masjid selama isterinya tetap menutup aurat dan tidak menampakkan bagian badannya &lt;br /&gt;yang diharamkan bagi orang asing untuk melihatnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan &lt;br /&gt;oleh Abdullah bin Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bawha beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika para isteri kalian minta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid maka izinkanlah mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Janganlah kalian melarang mereka untuk berada di dalam masjid jika mereka minta izin kepada kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berkata Bilal –salah seorang anak Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu- : “Demi Allah kami &lt;br /&gt;pasti akan melarang (mereka ke masjid)”, maka Abdullah berkata : “Aku katakan kepadamu bahwa Rasulullah &lt;br /&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan itu tapi (mengapa malah) engkau berkata : “Kami pasti akan melarang mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika wanita itu tidak menutup aurat hingga nampak bagian tubuhnya yang diharamkan &lt;br /&gt;bagi pria asing untuk melihatnya, atau wanita itu bersolek dan menggunakan wewangian, &lt;br /&gt;maka tidak boleh baginya untuk keluar rumah dalam kondisi seperti ini, apalagi mendatangi &lt;br /&gt;masjid serta melaksanakan shalat di dalamnya, karena hal itu akan menimbulkan fitnah, Allah Subhanahu wa Taala berfirman.&lt;br /&gt;“Artinya : Katakanlah kepada wanita beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, &lt;br /&gt;dan memlihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali &lt;br /&gt;yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah merekla menutupkan kain kerudung ke dada mereka, &lt;br /&gt;dan janganlah menampakkan perhiasan, kecuali kepada suami mereka…” [An-Nur : 31]&lt;br /&gt;“Artinya : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min &lt;br /&gt;: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka &lt;br /&gt;lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” &lt;br /&gt;[Al-Ahzab : 59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Zainab At-Tsaqafiah menceritakan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi &lt;br /&gt;wa sallam, bahwa beliau bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Jika seorang wanita di antara kalian mengikuti shalat Isya (di masjid) maka janganlah ia berdandan malam itu”.&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan.&lt;br /&gt;“Artinya : Jika seorang wanita di antara kalian datang ke masjid maka janganlah ia menyentuh (menggunakan) pewangi”&lt;br /&gt;Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.&lt;br /&gt;Dan dalam hadits-hadits shahih juga telah disebutkan bawa para isteri sahabat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah, &lt;br /&gt;mereka menutupi tubuhnya dengan kain-kain hingga tidak seorangpun mengenali mereka. Dalam hadits lain pun &lt;br /&gt;telah disebutkan bahwa Amrah binti Abdurrahman berkata ; “Aku mendengar Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata &lt;br /&gt;: “Seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam melihat apa yang telah terjadi pada kaum wanita, &lt;br /&gt;tentulah beliau akan melarang mereka pergi ke masjid sebagaimana dilarangnya kaum wanita bani Israil”. &lt;br /&gt;Ditanyakan kepada Amrah : “Kaum wanita bani Israil dilarang pergi ke masjid/” Amrah menjawab : “Ya”. &lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya.&lt;br /&gt;Nash-nash ini dengan jelas menunjukkan bahwa wanita muslimah jika ia konsisten dengan norma &lt;br /&gt;Islam dalam berpakaian dan menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah, yang dapat memperdayakan &lt;br /&gt;orang-orang yang lemah imannya dengan berbagai hiasan yang menggoda, maka tidak ada larangan baginya untuk shalat di masjid. Sebaliknya, jika wanita itu dalam keadaan yang dapat menggoda orang-orang yang cenderung kepada keburukan atau menimbulkan fitnah terhadap orang yang di dalam hatinya terdapat keraguan, maka wanita itu akan dilarang masuk ke dalam masjid, bahkan dilarang baginya untuk keluar dari rumahnya serta menghindari pertemuan-pertemuan umum.&lt;br /&gt;Adapun mengenai kaum wanita di Makkah, mereka tidak ada yang diperkenankan untuk masuk ke dalam masjid-masjid, &lt;br /&gt;maka ini adalah tidak benar, yang benar adalah bahwa dibolehkan bagi mereka masuk ke dalam masjid-masjid bahkan &lt;br /&gt;di bolehkan bagi mereka masuk ke dalam masjidil Haram serta melakukan shalat jama’ah di dalamnya, hanya saja mereka &lt;br /&gt;diberikan tempat khusus agar tidak bercampur dengan kaum pria dalam melaksanakan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta VII/330-332 no. 873]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsudin Lc, Penerbit Darul Haq]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-7722009997032264944?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/04/berangkatnya-wanita-muslimah-ke-masjid.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-9089289963669396052</guid><pubDate>Tue, 01 Apr 2008 12:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T02:26:39.303-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kisah Haji</category><title>Kisah Haji Abdullah bin al-Mubarak</title><description>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin al-Mubarak hidup di Mekkah. Pada suatu waktu, setelah menyelesaikan ritual ibadah haji, dia tertidur dan bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“600.000,” jawab malaikat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak satupun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” aku menangis. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasing yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada seorang tukang sepatu di Damaskus yang dipanggil Ali bin Mowaffaq.” Kata malaikat yang pertama. “Dia tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku mendengar hal ini, aku terbangun dan memutuskan untuk pergi menuju Damaskus dan mengunjungi orang ini. Jadi aku pergi ke Damaskus dan menemukan tempat dimana ia tinggal. Aku menyapanya dan ia keluar. “ Siapakah namamu dan pekerjaan apa yang kau lakukan?” tanyaku. “Aku Ali bin Mowaffaq, penjual sepatu. Siapakah namamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepadanya aku mengatakan Abdullah bin al-Mubarak. Ia tiba-tiba menangis dan jatuh pingsan. Ketika ia sadar, aku memohon agar ia bercerita kepadaku. Dia mengatakan: “Selama 40 tahun aku telah rindu untuk melakukan perjalanan haji ini. Aku telah menyisihkan 350 dirham dari hasil berdagang sepatu. Tahun ini aku memutuskan untuk pergi ke Mekkah, sejak istriku mengandung. Suatu hari istriku mencium aroma makanan yang sedang dimasak oleh tetangga sebelah, dan memohon kepadaku agar ia bisa mencicipinya sedikit. Aku pergi menuju tetangga sebelah, mengetuk pintunya kemudian menjelaskan situasinya. Tetanggaku mendadak menagis. “Sudah tiga hari ini anakku tidak makan apa-apa,” katanya. “Hari ini aku melihat keledai mati tergeletak dan memotongnya kemudian memasaknya untuk mereka. Ini bukan makanan yang halal bagimu.” Hatiku serasa terbakar ketika aku mendengar ceritanya. Aku mengambil 350 dirhamku dan memberikan kepadanya. “Belanjakan ini untuk anakmu,” kataku. “Inilah perjalanan hajiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malaikat berbicara dengan nyata di dalam mimpiku,” kata Abdullah, “dan Penguasa kerajaan surga adalah benar dalam keputusanNya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi lahir pada tahun 118 H/736 M. Ia adalah seorang ahli Hadits yang terkemuka dan seorang petapa termasyhur. Ia sangat ahli di dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, antara lain di dalam bidang gramatika dan kesusastraan. Ia adalah seorang saudagar kaya yang banyak memberi bantuan kepada orang-orang miskin. Ia meninggal dunia di kota Hit yang terletak di tepi sungai Euphrat pada tahun 181 H/797 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kisah di atas diambil dari buku “Warisan Para Awliya” karya Farid al-Din Attar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E&lt;span style="font-style:italic;"&gt;disi Inggris “Muslim Saints and Mystics: Episodes from the Tadhkirat al-Auliya &lt;/span&gt;(Memorial of the Saints) By Farid al-Din Attar”&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-9089289963669396052?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/04/kisah-haji-abdullah-bin-al-mubarak.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-431890328583114529</guid><pubDate>Mon, 31 Mar 2008 03:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-05T21:00:19.427-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Si Pemilik Blog</category><title>Hindu, Budha, Kristen, Islam</title><description>Tidak terasa, ditengah perkembangan teknologi,pemikiran manusia, kemajuan peradaban di dunia ini telah merubah segala sisi kehidupan manusia. Penulis kemarin melihat film “The Last Samurai” yang dibintangi oleh Tom Cruise, di salah satu tv swasta. Cerita bagaimana seorang pria yang secara tidak langsung ikut mempelajari “komunitas” samurai yang berarti pengabdian, sungguh indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur’an, sebenarnya kita tidak tahu apa sebenarnya rencana Tuhan, semua adalah sejarah dan proses manusia. Penulis berpikir, dari kitab pertama sampai akhir menjelaskan keesaan Tuhan, dengan bahasa dan waktu yang berbeda akan tetapi ada benang merah yang sama yakni Tuhan. Tuhan yang maha Agung, maha Segalanya, semua sudah dijelaskan sebelum kita, sebagai manusia, belum mampu dan mempunyai pikiran kesana, berpikiran bahwa apa yang sudah kita alami, sebenarnya sudah diketahui Tuhan.Sebuah pikiran Tuhan yang kita tidak akan pernah sampai jauh kesana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah hebatnya rencana Tuhan, kita benar-benar diuji untuk menjadi hamba Tuhan yang sebenarnya, entah kenapa semua orang mengatakan bahwa semua agama adalah sama, ya memang sama, semua berasal dari satu Tuhan, bila kita menyakini sebagai umat muslim. Al-Qur’an. Isi tersebut menjelaskan, menjabarkan dengan sangat detail, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Tuhan, penulis merasakan, bahwa sampai pada cara berdagang, pembagian warisan, sakit, hubungan antara pria dan wanita, dan lain-lain.yang masih menjadi salah satu masalah nafsu duniawipun diterangkan dengan jelas . Bahkan perilaku manusia yang selalu berbuat baik, jahat, baik, jahat, sampai menjadi munafik atau murtad, semua ada.Subhannalah. Apa ada di kitab sebelumnya ? apakah ada kasus seseorang yang benar-benar berani merubah isi Al-Qur’an ?Semua dijelaskan krn mungkin Tuhan tidak ingin memberikan cobaan kepada hambaNya tanpa ada sebuah petunjuk yang sudah diberikan melalui nabi Muhammad SAW.Masihkah kita menutup mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau sebuah penolakan ajaran ini hanya dikarenakan kita tidak bisa melihat Tuhan, sungguh naïf, mengapa mereka bisa merubah kitab, membuat patung dengan mudah, tapi tidak bisa menyelami kejadian yang sudah ada, sebelum adanya penemuan sekelompok peneliti seperti laut merah, kapal nabi Nuh, pedang Rasulullah, dan lain-lain, sungguh penulis berharap, suatu saat hati mereka bisa terbuka dan diberi hidayah oleh Tuhan, bila penyangkalan itu hanya karena mukjizat yang sudah diberikan oleh Tuhan yang mereka anggap itu Tuhan mereka,bukankah kita tahu, Tuhan maha pengasih(Ar-Rohmaan) dengan semua hambaNya, tetapi tidak semua orang disayangi (Ar-Rohim)seperti kisah nabi Muhammad SAW, tidak pernah menyangka akan mengemban tugas itu untuk membawa dan menyebarkan Al-Quran jika tidak krn  ALLAH menyayanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunilah dosa-dosa kami dan kedua orang tua kami, berikanlah kami petunjukMu, Rabbanaa aatinaa I dunyaa hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaaban naar. Ya ALLAH, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka”, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-431890328583114529?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/hindu-budha-kristen-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-5870113076771717343</guid><pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T21:16:03.688-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teman</category><title>Nasihat dari teman, SJW</title><description>Nasihat dari seorang teman bernama SJW,tanggal 11 maret 2008, saat itu penulis merasa dalam keadaan bingung, lelah, menangis, kenapa begitu sulit menggapai halal dan haram yang sepertinya sudah sulit dibedakan di tengah-tengah masyarakat. Perbedaan itu seperti baru terasa bila berada di sekelompok orang, organisasi, yang mempunyai misi, pikirian sama.Apa kita hidup untuk berkelompok ? untuk menggapai tujuanbersama/kebaikan ? tapi apa kita sudah siap menerima perbedaan itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaman Kaliyoga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk Darah dan Daging di Guwagarba atau kandungan Ibu. Pada jaman Kaliyoga yang menjadi sebab terjadinya peperangan manusia adalah karena Wanita, Bumi dan Kekayaan/harta. Pemahaman dan ajaran leluhur ini hampir tidak dipahami dan bahkan masyarakat lupa akan hal itu. Adalah wajar, jika masyarakat tumbuh berkembang dengan pesat dan mencapai keinginanya dengan berbagai strategi dan cara. Dalam Serat Kalatida menggambarkan sebagai jaman Edan. Jaman dimana manusia tidak memiliki pedoman atau arah hidup yang jelas.Dalam petikan suratnya menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; " Akeh janji ora ditetepi, Akeh wong nrajang sumpahe dewe, Manungsa seneng tumindak nyalah, tan nindakake hukum Allah, barang jahat diangkat-angkat, barang suci dibenci. Akeh manungsa ngutamaake reyal, lali kamanungsane, lali kebecikan, lali anak lali kadang. Akeh Bapa lali anak, akeh anak nladung biyung. Sadulur pada cidra, kaluarga pada curiga, kanca dadi mungsuh, manungsa lali asale ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha sekarang, kita ini diera jaman apa? Jaman Edan atau Kalabendu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-5870113076771717343?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/nasihat-dari-teman-sjw.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-7220279745879593103</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 01:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T21:17:00.274-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Jejak Nabi</category><title>WASIAT NABI MUHAMMAD S. A. W. kepada SAIDINA ALI</title><description>&lt;strong&gt;Wahai Ali, bagi orang MUKMIN ada 3 tanda-tandanya:&lt;br /&gt;1) Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.&lt;br /&gt;2) Tidak terpesona dengan pujuk rayu.&lt;br /&gt;3) Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Jujur dalam berkata-kata.&lt;br /&gt;2) Menjauhi segala yg haram.&lt;br /&gt;3) Merendahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Merahsiakan ibadahnya.&lt;br /&gt;2) Merahsiakan sedekahnya.&lt;br /&gt;3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Takut berlaku dusta dan keji.&lt;br /&gt;2) Menjauhi kejahatan.&lt;br /&gt;3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:&lt;br /&gt;1) Mengawasi dirinya.&lt;br /&gt;2) Menghisab dirinya.&lt;br /&gt;3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s. w. t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wang RM 50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke&lt;br /&gt;kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke&lt;br /&gt;supermarket. 45 minit terasa terlalu lama untuk berzikir &lt;br /&gt;tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan bola &lt;br /&gt;sepak. Semua insan ingin memasuki syurga  tetapi tidak &lt;br /&gt;ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk &lt;br /&gt; memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-7220279745879593103?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/wasiat-nabi-muhammad-s-w-kepada-saidina.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-416704745897414505</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 01:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T02:27:01.911-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Adzan</category><title>Adzan &amp; 3 Tanda-Tanda</title><description>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Mengapa lidah kelu disaat kematian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kematian itu pasti menjelma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui.&lt;br /&gt;Cuba kita amati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat&lt;br /&gt;berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik&lt;br /&gt;mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika&lt;br /&gt;tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut &lt;br /&gt;menghampirinya." Ini jelas menunjukkan, kita disarankan &lt;br /&gt;agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa &lt;br /&gt;azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib &lt;br /&gt;menghormati azan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak fadhilatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan &lt;br /&gt;diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh &lt;br /&gt;mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika &lt;br /&gt;azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir&lt;br /&gt;tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah &lt;br /&gt;"Lailahaillallah.." yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika &lt;br /&gt;nyawanya akan&lt;br /&gt;dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah! Anugerahkanlah kematian&lt;br /&gt;kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami mengucap kalimah "Lailahaillallah.." semasa sakaratul &lt;br /&gt;maut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghampiri kami. Amin..amin..amin Yarobbala'lamin.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-416704745897414505?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/adzan-3-tanda-tanda.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-2188582005295592142</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 01:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-14T19:16:01.611-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Wanita</category><title>Untukmu, Wahai  Wanita</title><description>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat Renungan &lt;br /&gt;khususnya untuk para wanita dan diri sendiri.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat &lt;br /&gt;Rasulullah&lt;br /&gt;menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya &lt;br /&gt;bertanya mengapa Rasul menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'-kan, aku melihat&lt;br /&gt;perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai &lt;br /&gt;siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena,&lt;br /&gt;menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan &lt;br /&gt;siksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat &lt;br /&gt;ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, &lt;br /&gt;otaknya mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat &lt;br /&gt;ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam &lt;br /&gt;tengkoraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan &lt;br /&gt;terikat&lt;br /&gt;tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan &lt;br /&gt;kalajengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di &lt;br /&gt;bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan &lt;br /&gt;yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya &lt;br /&gt;buta,&lt;br /&gt;dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, &lt;br /&gt;otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk&lt;br /&gt;karena penyakit sopak dan kusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, &lt;br /&gt;beribu-ribu&lt;br /&gt;kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang&lt;br /&gt;rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut &lt;br /&gt;dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya &lt;br /&gt;dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka &lt;br /&gt;disiksa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang &lt;br /&gt;tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita &lt;br /&gt;yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh &lt;br /&gt;laki-laki yang bukan muhrimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang &lt;br /&gt;'mengotori' tempat tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan &lt;br /&gt;yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa &lt;br /&gt;izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci &lt;br /&gt;dari haid dan nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia &lt;br /&gt;berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka &lt;br /&gt;mengumpat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting &lt;br /&gt;api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang &lt;br /&gt;yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya &lt;br /&gt;kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas &lt;br /&gt;ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya &lt;br /&gt;karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalk! annya dan &lt;br /&gt;tidak mau mandi junub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya &lt;br /&gt;seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan &lt;br /&gt;yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah &lt;br /&gt;dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan &lt;br /&gt;Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-2188582005295592142?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/untukmu-wahai-wanita.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-6794724906695631577</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 01:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T21:19:04.143-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cerita</category><title>Memori</title><description>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani&lt;br /&gt;berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan&lt;br /&gt;lampu merah Karet.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin.&lt;br /&gt;Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali&lt;br /&gt;mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan&lt;br /&gt;kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet,&lt;br /&gt;berputar sejenak ke kanan &amp; kemudian duduk Di atas&lt;br /&gt;seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915: 20-&lt;br /&gt;01-1965"&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu"&lt;br /&gt;Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya&lt;br /&gt;yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti&lt;br /&gt;ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo'a untuk&lt;br /&gt;Neneknya...&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah."&lt;br /&gt;Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang&lt;br /&gt;pusara Ibu-nya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..."&lt;br /&gt;Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya&lt;br /&gt;berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ...&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak&lt;br /&gt;kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan&lt;br /&gt;tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu&lt;br /&gt;ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya.&lt;br /&gt;Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat&lt;br /&gt;mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk&lt;br /&gt;?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah&lt;br /&gt;khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur&lt;br /&gt;dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata&lt;br /&gt;Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, "Lalu?"&lt;br /&gt;"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah&lt;br /&gt;disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak&lt;br /&gt;pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur&lt;br /&gt;.... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa&lt;br /&gt;menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya&lt;br /&gt;berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar,"&lt;br /&gt;kata ayahnya pendek.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas&lt;br /&gt;sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42&lt;br /&gt;tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun&lt;br /&gt;lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur .... Lalu&lt;br /&gt;Ia menunduk ... Meneteskan air mata...&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat&lt;br /&gt;masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?&lt;br /&gt;Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya&lt;br /&gt;semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa?&lt;br /&gt;Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun&lt;br /&gt;lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di&lt;br /&gt;kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah&lt;br /&gt;lagi?&lt;br /&gt;Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa&lt;br /&gt;  ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat,&lt;br /&gt;keatas bahunya  naik turun tak teratur.... air matanya&lt;br /&gt;semakin membanjiri jenggotnya&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di&lt;br /&gt;bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti&lt;br /&gt;sejenak ketika terdengar batuk Yani.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di&lt;br /&gt;betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa&lt;br /&gt;tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya&lt;br /&gt;karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan&lt;br /&gt;apa yang akan datang di depannya...&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau&lt;br /&gt;letakkan dihatiku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-6794724906695631577?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/memori.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-5351919342426950037.post-2709654778663443952</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 01:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T02:42:22.519-07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Puasa</category><title>Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis</title><description>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;BENTAR lagi Ramadhan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat 'Berbuka&lt;br /&gt;puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,' katanya.&lt;br /&gt;Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah&lt;br /&gt;berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat,&lt;br /&gt;jika tidak terdapat Rutab,&lt;br /&gt;maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika&lt;br /&gt;tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat&lt;br /&gt;Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu&lt;br /&gt;kamu, maka hendaklah&lt;br /&gt;berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya,&lt;br /&gt;maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu&lt;br /&gt;suci."&lt;br /&gt;Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat&lt;br /&gt;kurma, beliau berbuka puasa dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samakah kurma dengan 'yang manis-manis'? Tidak. Kurma,&lt;br /&gt;adalah karbohidrat&lt;br /&gt;kompleks (complex carbohydrate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman&lt;br /&gt;yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan&lt;br /&gt;berbuka puasa,&lt;br /&gt;adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang&lt;br /&gt;manis? Tidak jelas.&lt;br /&gt;Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat,&lt;br /&gt;seakan-akan berbuka puasa&lt;br /&gt;dengan makanan atau minuman yang manis adalah 'sunnah&lt;br /&gt;Nabi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka puasa&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat&lt;br /&gt;sederhana) justru merusak&lt;br /&gt;kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka&lt;br /&gt;puasa 'disunnahkan' minum atau makan yang manis-manis.&lt;br /&gt;Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka puasa&lt;br /&gt;dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi&lt;br /&gt;tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data&lt;br /&gt;di sini dan di sini).&lt;br /&gt;Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam&lt;br /&gt;kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa 'manisan&lt;br /&gt;kurma', bukan lagi kurma segar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang&lt;br /&gt;berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan&lt;br /&gt;ekspornya.&lt;br /&gt;Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli&lt;br /&gt;dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin&lt;br /&gt;harganya menjadi sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak&lt;br /&gt;kesehatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma,&lt;br /&gt;sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah&lt;br /&gt;karbohidrat kompleks,&lt;br /&gt;bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks,&lt;br /&gt;untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan&lt;br /&gt;waktu.&lt;br /&gt;Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah&lt;br /&gt;akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat.&lt;br /&gt;Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya&lt;br /&gt;pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bicara 'indeks glikemik' (glycemic index/GI)&lt;br /&gt;saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan&lt;br /&gt;diubah menjadi gula dalam tubuh.&lt;br /&gt;Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat&lt;br /&gt;makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh&lt;br /&gt;makin cepat pula menghasilkan  respons insulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat,&lt;br /&gt;akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks&lt;br /&gt;glikemik yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks&lt;br /&gt;glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons&lt;br /&gt;insulin tubuh,  maka tubuh makin menimbun lemak.&lt;br /&gt;Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung&lt;br /&gt;dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi&lt;br /&gt;indeks glikemiknya), sehingga  respon insulin dalam tubuh&lt;br /&gt;langsung melonjak.&lt;br /&gt;Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk&lt;br /&gt;menimbun lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi&lt;br /&gt;yang diberi Allah 'ilm tentang urusan kesehatan jasad&lt;br /&gt;manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa, jangan makan&lt;br /&gt;apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat&lt;br /&gt;maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa.&lt;br /&gt;Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan&lt;br /&gt;dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bukan kurma ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia&lt;br /&gt;adalah 'manisan kurma', bukan kurma asli.&lt;br /&gt;Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat&lt;br /&gt;banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa nasi ?&lt;br /&gt;Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon&lt;br /&gt;insulin dalam tubuh juga tidak melonjak.&lt;br /&gt;Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan&lt;br /&gt;tubuh untuk menabung lemak juga rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang&lt;br /&gt;justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan&lt;br /&gt;lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan,&lt;br /&gt;pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh&lt;br /&gt;dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga&lt;br /&gt;tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena&lt;br /&gt;puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin&lt;br /&gt;terlihat seperti 'buah pir', penuh lemak di daerah&lt;br /&gt;pinggang.&lt;br /&gt;Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka&lt;br /&gt;dengan yang manis-manis adalah 'sunnah', maka puasa&lt;br /&gt;bukannya malah menyehatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas,&lt;br /&gt;mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan&lt;br /&gt;gula.&lt;br /&gt;Karena salah memahami&lt;br /&gt;hadits di atas, maka efeknya 'rajin puasa = rajin berbuka&lt;br /&gt;dengan gula.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin 'Kurus'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melenceng dikit dari topik blog ya. Dikit aja. Itung-itung&lt;br /&gt;bonus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sahabat-sahabat yang ingin kurus: jangan diet (dalam&lt;br /&gt;pengertian mengurangi frekuensi makan).&lt;br /&gt;Diet justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung&lt;br /&gt;lemak karena&lt;br /&gt;'dilaparkan'.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ketika diet memang makanan tidak masuk, tapi begitu&lt;br /&gt;makanan masuk, kecenderungan tubuh untuk menimbun lemak&lt;br /&gt;dari makanan justru lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon&lt;br /&gt;insulin dalam tubuh stabil, tidak melonjak-lonjak.&lt;br /&gt;Caranya, hanya makan makanan yang memberi respon insulin&lt;br /&gt;rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon insulin tubuh meningkat bila:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Makin tinggi jumlah karbohidrat yang dimakan dalam&lt;br /&gt;satu porsi, makin tinggi pula respon insulin tubuh (ini&lt;br /&gt;umumnya porsi kita di Indonesia:&lt;br /&gt;lebih dari 70 persen dari satu porsi makannya adalah&lt;br /&gt;nasi). Makanya, makanlah dengan karbohidrat cukup lima&lt;br /&gt;puluh persennya saja.&lt;br /&gt;Sisanya protein, dan 5-10 persennya lemak. Lemak ini cukup&lt;br /&gt;dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan,&lt;br /&gt;misalnya. Atau kuning telur.&lt;br /&gt;Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan (yang&lt;br /&gt;justru buruk pengaruhnya bagi tubuh).&lt;br /&gt;Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah beberapa&lt;br /&gt;nutrisi dan vitamin, dan untuk membawa nutrisi ke seluruh&lt;br /&gt;tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang&lt;br /&gt;dikonsumsi, semakin meningkat pula respon insulin tubuh.&lt;br /&gt;Makanya, makan hanya makanan yang GI-nya rendah. Nanti&lt;br /&gt;saya jelaskan di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin&lt;br /&gt;setiap kali makan.&lt;br /&gt;Ini sebabnya diet (dalam pengertian: mengurangi frekuensi&lt;br /&gt;makan supaya kurus) tidak akan pernah berhasil untuk&lt;br /&gt;jangka lama.&lt;br /&gt;Setelah diet selesai, tubuh justru akan cenderung lebih&lt;br /&gt;gemuk dari sebelum diet. Supaya kurus (baca: supaya respon&lt;br /&gt;insulin tidak melonjak) justru harus makan lebih sering&lt;br /&gt;(4-5 kali sehari) tapi dengan porsi setengah atau&lt;br /&gt;sepertiga porsi biasa, dengan karbohidrat maksimal 50&lt;br /&gt;persen saja setiap porsi.&lt;br /&gt;Kalau respon insulin tubuh sudah stabil, maka tinggal&lt;br /&gt;diatur: kalau ingin kurus, kalori yang masuk harus lebih&lt;br /&gt;sedikit dari kalori makanan yang dibutuhkan untuk&lt;br /&gt;aktivitas sehari hari.&lt;br /&gt;Tambah dengan olahraga teratur untuk membakar lemak&lt;br /&gt;berlebih dalam tubuh, dan memperbesar otot.&lt;br /&gt;Otot membutuhkan energi, maka makin terlatih otot, ia akan&lt;br /&gt;makin mengkonsumsi lemak dalam tubuh kita untuk energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kalau ingin memperbesar otot (bukan gemuk) atau&lt;br /&gt;mengencangkan badan, maka kalori yang masuk harus agak&lt;br /&gt;lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita pakai untuk&lt;br /&gt;aktivitas selama sehari, agar otot&lt;br /&gt;mengalami pertumbuhan. Otot sendiri dirangsang&lt;br /&gt;pertumbuhannya dan 'kekencangannya' dengan olahraga&lt;br /&gt;teratur. Perbanyak protein agar pertumbuhan otot optimal.&lt;br /&gt;Karbohidrat cukup diposisikan sebagai bahan pemberi&lt;br /&gt;energi, bukan untuk mengenyangkan perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya: kalau ingin kurus atau memperbaiki bentuk badan,&lt;br /&gt;termasuk menumbuhkan otot, justru harus makan lebih sering&lt;br /&gt;dengan porsi kecil.&lt;br /&gt;Makan yang mengandung lemak, goreng-gorengan, kanji, atau&lt;br /&gt;karbohidrat sederhana seperti gula, manisan, minuman&lt;br /&gt;ringan bersoda dan sebangsanya  itu sudah out of the&lt;br /&gt;question.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita jarang makan, atau makan tidak teratur dan&lt;br /&gt;sekalinya makan 'balas dendam habis-habisan', ya justru&lt;br /&gt;respon insulin kita juga melonjak dan  membuat tubuh jadi&lt;br /&gt;menimbun lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan&lt;br /&gt;keseharian, makanlah makanan yang seimbang: 50 persen&lt;br /&gt;karbohidrat kompleks,  40-45 persen protein dan 5-10&lt;br /&gt;persen lemak dalam setiap porsinya. Jauhilah karbohidrat&lt;br /&gt;sederhana sebisa mungkin.&lt;br /&gt;Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh&lt;br /&gt;energi cepat carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh&lt;br /&gt;menjadi energi Dengan demikian, makanan diproses&lt;br /&gt;pelan-pelan dan tenaga diperoleh&lt;br /&gt;sedikit demi sedikit. Dengan demikian, kita tidak cepat&lt;br /&gt;lapar dan energi tersedia dalam waktu lama, cukup untuk&lt;br /&gt;aktivitas sehari penuh.&lt;br /&gt;Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi&lt;br /&gt;sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita&lt;br /&gt;mudah lemas.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak&lt;br /&gt;mengandung gula, karena kita akan cepat lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanlah karbohidrat kompleks (protein jangan dilupakan!)&lt;br /&gt;sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat&lt;br /&gt;habis, respon insulin tinggi: merangsang penimbunan lemak)&lt;br /&gt;adalah: sukrosa (gula-gulaan),  makanan manis-manis,&lt;br /&gt;manisan, minuman ringan, jagung manis, sirop, atau apapun&lt;br /&gt;makanan dan minuman yang mengandung banyak gula.&lt;br /&gt;Hindari, puasa atau tidak puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon&lt;br /&gt;insulin rendah): buah-buahan yang tidak terlalu manis&lt;br /&gt;seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sekarang ngerti kan, kenapa para pemain tenis dunia,&lt;br /&gt;pemain bola, pemain basket atau pelari sering terlihat&lt;br /&gt;'ngemil pisang' di pinggir lapangan?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Karena mereka butuh energi cepat, tapi nggak ingin&lt;br /&gt;badannya gembul berlemak. Karbohidrat Kompleks, GI tinggi&lt;br /&gt;(energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi): Nasi&lt;br /&gt;putih, kentang, jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbohidrat Kompleks, GI rendah (energi dilepas&lt;br /&gt;pelan-pelan sehingga tahan lama, respon insulin juga&lt;br /&gt;rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian, sayuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang paling dicari para praktisi fitness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan yang diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks)&lt;br /&gt;akan membuat kita tidak cepat lapar dan energi dihabiskan&lt;br /&gt;cukup untuk aktivitas satu hari penuh; respon insulin&lt;br /&gt;rendah membuat tubuh kita tidak cenderung untuk menabung&lt;br /&gt;lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum&lt;br /&gt;(ditambah gula edikiiiiiit), atau roti coklat gandum, dua&lt;br /&gt;atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan dan&lt;br /&gt;ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman&lt;br /&gt;rumah), sayuran segar, dan air putih.&lt;br /&gt;Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis&lt;br /&gt;sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat&lt;br /&gt;kompleksnya (gandum) akan dilepas pelan-pelan ke dalam&lt;br /&gt;tubuh sepanjang hari. Ketika berbuka, sesuai anjuran&lt;br /&gt;Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air,&lt;br /&gt;lalu shalat maghrib.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin&lt;br /&gt;dengan porsi karbohidrat-protein-lemak-air proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu tidak untuk 'balas dendam' karena puasa&lt;br /&gt;seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih&lt;br /&gt;melawan keinginan hawa nafsu 'makan sekenyang-kenyangnya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waham Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, "berbukalah dengan&lt;br /&gt;yang manis-manis" itu adalah kesimpulan yang terlalu&lt;br /&gt;tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena&lt;br /&gt;kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa&lt;br /&gt;(disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan&lt;br /&gt;budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Yang jelas, 'berbukalah dengan yang manis' itu&lt;br /&gt;disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali&lt;br /&gt;perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang&lt;br /&gt;menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang&lt;br /&gt;memerintahkan berbuka dengan&lt;br /&gt;yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya.&lt;br /&gt;Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali&lt;br /&gt;tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak termakan waham umum 'berbukalah dengan yang&lt;br /&gt;manis'. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham&lt;br /&gt;umum tentang agama.&lt;br /&gt;Periksa dulu kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanlah hanya ketika lapar, dan&lt;br /&gt;berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga&lt;br /&gt;perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga&lt;br /&gt;sisanya  biarkan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah&lt;br /&gt;merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga&lt;br /&gt;kenyang," kata Rasulullah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih&lt;br /&gt;buruk daripada perutnya.&lt;br /&gt;Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang&lt;br /&gt;belakangnya agar dapat tegak.&lt;br /&gt;Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk&lt;br /&gt;makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga&lt;br /&gt;lagi untuk nafasnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya&lt;br /&gt;yang bersumber dari Miqdam bin Ma'di Kasib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5351919342426950037-2709654778663443952?l=ceritapengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ceritapengalaman.blogspot.com/2008/03/jangan-berbuka-puasa-dengan-yang-manis.html</link><author>noreply@blogger.com (Murtadho)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>