Google

Sunday, May 18, 2008

Kabar

Apa kabar sahabat ?, mudah-mudahan tetap dalam lindungan Tuhan, amin.Lama tidak menulis hal yang pernah terjadi disekeliling
kita.
Terima kasih sudah dan masih setia berkunjung ke blog ini.Kabar dari saya selain masih mencari rezeki untuk bantu keluarga dan menabung,
juga masih belajar, belajar, belajar, dan belajar tentang islam, belum sampai belajar yang berat seperti
filsafat islam, hmmm...belum...mungkin benar, krn hidup ini sibuk dan tidak ada habisnya, doa yang berusaha selalu diucapkan
adalah agar jangan sampai terlena dengan urusan duniawi...

Sahabat, saya ingin menceritakan sesuatu yang ringan,kemarin bertemu dengan seorang teman, dia lulusan Diploma, sekarang
pengangguran, pernah bekerja beberapa kali, tapi beberapa kali pula dia keluar kerja, mulai dari alasan digoda atasan, teman
yang punya niat jelek untuk persaingan, gaji yang tidak sesuai dengan jam kerja dan jarak dari rumah ke kantor, sampai bangkrut
dan kontrak habis.Saya yakin, semua orang juga pernah dan mungkin sedang mengalami hal seperti diatas.Apalagi
zaman seperti sekarang, semua berusaha mendapatkan pekerjaan, hanya untuk menyambung hidup, dengan jumlah penduduk sekitar
200 juta, bukan pekerjaan mudah, walaupun daerah wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke, bila kesejateraan tidak merata,
tidak saling menghargai, bukan hal yang aneh, hal seperti sekarang sedang terjadi.

Teman bercerita, sebenarnya dia bekerja hanya untuk mencari uang untuk modal usaha, kecil2an krn dia punya hobi dan bakat bikin kue, memang teman
hobby memasak, dan dia jago bikin kue, rencanannya ingin buka usaha sendiri sekaligus bisa menemani orang tua yang sudah tua di
rumah, krn tidak mungkin untuk dia bekerja di luar kota ataupun luar pulau.Lalu tidak beberapa lama dia dapat pinjaman uang dari
kakaknya walaupun modal itu belum cukup, alhamdullillah, mulai berkembang sedikit demi sedikit, hanya seperti yang kita tahu,
bisnis seperti ini adalah musiman, ada waktu tertentu laris, ada waktu tertentu sepi, yang menjadi masalah teman saya adalah
bagaimana bisa mendapatkan uang untuk hal lain-lain disamping usaha kue yang baru dirintis, orang tua dia tidak bekerja, hasil
sewa kost2an hanya cukup untuk bayar listrik dan telpon, dia tidak jarang sering bercerita bahwa sering dalam seminggu hanya
makan 3 kali !!, dia mempunyai kakak yang sudah bekerja dengan gaji dibawah UMR, ada usaha kost 5 kamar, tapi masih tidak cukup
untuk makan ? bagaimana dengan para fakir miskin, gelandangan, pengemis di jalanan ??...

Sahabat, waktu mendengar cerita dia, saya ingin menangis, yang saya ingat dari dia waktu bertemu, pakaian yang dia pakai, masih
sama dengan pakaian yang dia pakai waktu lulus SMU 10 tahun lalu. Dia mengenakan baju kaos garis warna hijau dan hitam, baju
itu pernah dipakai saat menemani saya membeli buku, waktu itu dia saya tawari makanan dan grosir kaos murah, tapi tidak mau,
ternyata pakaian itu masih dia pakai hingga sekarang, umur dia sekarang 29 tahun.Saya sebagai teman, hanya bisa menasihati
untuk terus istighfar, sungguh berbeda dengan orang yang mempunyai uang banyak, membeli baju dalam 2 bulan saja mungkin sudah
dianggap tidak enak, ohya, teman saya itu adalah seorang wanita, sahabat mungkin tahu bagaimana seorang wanita yg mempunyai naluri untuk berbelanja
walaupun dia seorang penghemat, apakah hak dia untuk bersenang tidak boleh sebagai manusia ? walaupun nabi kita hanya mempunyai
1 baju dalam hidupnya.

Dia bercerita, ingin pergi ke mekah, bekerja sebagai pembantu, atau cleaning service di masjidil haram pun tidak masalah,
memakai burqa atau cadar tidak masalah bagi dia, krn aturan itu malah akan membuat dia semakin dekat dengan Tuhan, ujarnya.
Dia tidak ingin tinggal di sini, alasannya cuma sederhana, kehidupan sekarang membuatnya bingung, seperti hal yang buruk
bercampur dengan hal yang baik. Saya hanya bisa berucap, bersyukurlah apa yang telah diberikan oleh ALLAH apapun itu, kita hanya
dapat berusaha, berhati-hati saja dalam langkah hidup ini.Tetap mengingat Tuhan.

Setelah bertemu dengan teman, selang beberapa hari seperti biasa, rutinitas yg masih digali, membaca Al-Qur'an
, suatu hari sampai pada surat Al-Ba'raaah 9:19-20, mengenai memberi minum dan mengurus masjidil haram, sahabat bisa membuka Al-Qur'an sejenak,
Subhanallah...terus terang, merinding membaca arti surat Al-Ba'raaah, sungguh hidup ini perjuangannya berat, sangat berat menghadapi semua
problema yang ada didunia, selain cobaan kesenangan dari ALLAH, saya jadi teringat teman yang dulu pernah bercerita pada saya.
Saya hanya bisa menangis, ALLAH maha besar...

Teringat berita di televisi, ada seorang raja di arab, selalu memberikan uang pada pengantin baru menengah bawah untuk modal
hidup maupun usaha,
uang itu hasil dari bisnis di negaranya, mungkin seperti hasil APBN di negara kita, dulu saya bertanya untuk apa uang itu
diberikan pada pengantin yang baru menikah ? ya saya tahu mereka dari menengah bawah, dia juga tak lupa memberikan pada
fakir miskin.Sekarang saya menyadari, bahwa mereka adalah manusia, tugas kita untuk saling tolong menolong,
saling memperingatkan ke jalan yang lurus, sungguh penghargaan pada manusia begitu tinggi. Menghargai manusia dan menjunjung
martabat sebagai manusia begitu tinggi. Saya merasa masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk sahabat kita yang lain.A
papun keadaan, kemampuan kita, tanpa harus membawa bendera partai, kelompok, yang hanya mmebawa mudarat, bila tidak bisa memegang teguh janji awal perjuangan.
Mudah-mudahan, ALLAH memberikan kita bimbingan, apalagi dalam keadaan
seperti sekarang, tetap bersyukur dan ikhlas. Dan tak lupa, tetap menghargai manusia dan hidup.

Apa kabar sahabat ?, mudah-mudahan tetap dalam lindungan Tuhan, amin.Lama tidak menulis hal yang pernah terjadi disekeliling
kita.
Terima kasih sudah dan masih setia berkunjung ke blog ini.Kabar dari saya selain masih mencari rezeki untuk bantu keluarga dan menabung,
juga masih belajar, belajar, belajar, dan belajar tentang islam, belum sampai belajar yang berat seperti
filsafat islam, hmmm...belum...mungkin benar, krn hidup ini sibuk dan tidak ada habisnya, doa yang berusaha selalu diucapkan
adalah agar jangan sampai terlena dengan urusan duniawi...

Sahabat, saya ingin menceritakan sesuatu yang ringan,kemarin bertemu dengan seorang teman, dia lulusan Diploma, sekarang
pengangguran, pernah bekerja beberapa kali, tapi beberapa kali pula dia keluar kerja, mulai dari alasan digoda atasan, teman
yang punya niat jelek untuk persaingan, gaji yang tidak sesuai dengan jam kerja dan jarak dari rumah ke kantor, sampai bangkrut
dan kontrak habis.Saya yakin, semua orang juga pernah dan mungkin sedang mengalami hal seperti diatas.Apalagi
zaman seperti sekarang, semua berusaha mendapatkan pekerjaan, hanya untuk menyambung hidup, dengan jumlah penduduk sekitar
200 juta, bukan pekerjaan mudah, walaupun daerah wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke, bila kesejateraan tidak merata,
tidak saling menghargai, bukan hal yang aneh, hal seperti sekarang sedang terjadi.

Teman bercerita, sebenarnya dia bekerja hanya untuk mencari uang untuk modal usaha, kecil2an krn dia punya hobi dan bakat bikin kue, memang teman
hobby memasak, dan dia jago bikin kue, rencanannya ingin buka usaha sendiri sekaligus bisa menemani orang tua yang sudah tua di
rumah, krn tidak mungkin untuk dia bekerja di luar kota ataupun luar pulau.Lalu tidak beberapa lama dia dapat pinjaman uang dari
kakaknya walaupun modal itu belum cukup, alhamdullillah, mulai berkembang sedikit demi sedikit, hanya seperti yang kita tahu,
bisnis seperti ini adalah musiman, ada waktu tertentu laris, ada waktu tertentu sepi, yang menjadi masalah teman saya adalah
bagaimana bisa mendapatkan uang untuk hal lain-lain disamping usaha kue yang baru dirintis, orang tua dia tidak bekerja, hasil
sewa kost2an hanya cukup untuk bayar listrik dan telpon, dia tidak jarang sering bercerita bahwa sering dalam seminggu hanya
makan 3 kali !!, dia mempunyai kakak yang sudah bekerja dengan gaji dibawah UMR, ada usaha kost 5 kamar, tapi masih tidak cukup
untuk makan ? bagaimana dengan para fakir miskin, gelandangan, pengemis di jalanan ??...

Sahabat, waktu mendengar cerita dia, saya ingin menangis, yang saya ingat dari dia waktu bertemu, pakaian yang dia pakai, masih
sama dengan pakaian yang dia pakai waktu lulus SMU 10 tahun lalu. Dia mengenakan baju kaos garis warna hijau dan hitam, baju
itu pernah dipakai saat menemani saya membeli buku, waktu itu dia saya tawari makanan dan grosir kaos murah, tapi tidak mau,
ternyata pakaian itu masih dia pakai hingga sekarang, umur dia sekarang 29 tahun.Saya sebagai teman, hanya bisa menasihati
untuk terus istighfar, sungguh berbeda dengan orang yang mempunyai uang banyak, membeli baju dalam 2 bulan saja mungkin sudah
dianggap tidak enak, ohya, teman saya itu adalah seorang wanita, sahabat mungkin tahu bagaimana seorang wanita yg mempunyai naluri untuk berbelanja
walaupun dia seorang penghemat, apakah hak dia untuk bersenang tidak boleh sebagai manusia ? walaupun nabi kita hanya mempunyai
1 baju dalam hidupnya.

Dia bercerita, ingin pergi ke mekah, bekerja sebagai pembantu, atau cleaning service di masjidil haram pun tidak masalah,
memakai burqa atau cadar tidak masalah bagi dia, krn aturan itu malah akan membuat dia semakin dekat dengan Tuhan, ujarnya.
Dia tidak ingin tinggal di sini, alasannya cuma sederhana, kehidupan sekarang membuatnya bingung, seperti hal yang buruk
bercampur dengan hal yang baik. Saya hanya bisa berucap, bersyukurlah apa yang telah diberikan oleh ALLAH apapun itu, kita hanya
dapat berusaha, berhati-hati saja dalam langkah hidup ini.Tetap mengingat Tuhan.

Setelah bertemu dengan teman, selang beberapa hari seperti biasa, rutinitas yg masih digali, membaca Al-Qur'an
, suatu hari sampai pada surat Al-Ba'raaah 9:19-20, mengenai memberi minum dan mengurus masjidil haram, sahabat bisa membuka Al-Qur'an sejenak,
Subhanallah...terus terang, merinding membaca arti surat Al-Ba'raaah, sungguh hidup ini perjuangannya berat, sangat berat menghadapi semua
problema yang ada didunia, selain cobaan kesenangan dari ALLAH, saya jadi teringat teman yang dulu pernah bercerita pada saya.
Saya hanya bisa menangis, ALLAH maha besar...

Teringat berita di televisi, ada seorang raja di arab, selalu memberikan uang pada pengantin baru menengah bawah untuk modal
hidup maupun usaha,
uang itu hasil dari bisnis di negaranya, mungkin seperti hasil APBN di negara kita, dulu saya bertanya untuk apa uang itu
diberikan pada pengantin yang baru menikah ? ya saya tahu mereka dari menengah bawah, dia juga tak lupa memberikan pada
fakir miskin.Sekarang saya menyadari, bahwa mereka adalah manusia, tugas kita untuk saling tolong menolong,
saling memperingatkan ke jalan yang lurus, sungguh penghargaan pada manusia begitu tinggi. Menghargai manusia dan menjunjung
martabat sebagai manusia begitu tinggi. Saya merasa masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk sahabat kita yang lain.A
papun keadaan, kemampuan kita, tanpa harus membawa bendera partai, kelompok, yang hanya mmebawa mudarat, bila tidak bisa memegang teguh janji awal perjuangan.
Mudah-mudahan, ALLAH memberikan kita bimbingan, apalagi dalam keadaan
seperti sekarang, tetap bersyukur dan ikhlas. Dan tak lupa, tetap menghargai manusia dan hidup.

No comments: