Google
Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Monday, April 14, 2008

BERANGKATNYA WANITA MUSLIMAH KE MASJID

Pertanyaan

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Pria itu dilahirkan sebagai anak Kristiani kemudian ia masuk Islam dan diikuti
oleh isterinya pula, suatu hari Jum’at ketika ia pergi ke masjid bersama isterinya, seseorang berkata ; “Sesungguhnya
seorang wanita muslimah dilarang masuk ke dalam masjid”, maka pria itu mendatangi imam masjid dan bertanya : “Mengapa
wanita muslimah tidak boleh masuk ke dalam masjid?” Imam masjid itu menjawab : “Karena tidak semua wanita muslimah
dalam keadaan suci, bahkan seluruh wanita muslimah di Makkah Al-Mukaramah tidak masuk ke dalam masjid-masjid
karena hal itu tidak diizinkan bagi mereka”. Pria itu membacakan kepada sang imam surat Al-Jumu’ah ayat 9
yang berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli”, Lalu pria itu bertanya : “Apakah hal ini benar?”
dan ini termasuk, ia menyebutkan bahwa kaum wanita Kristiani melaksanakan ibadah di dalam gereja,
tapi mengapa di haramkan bagi wanita muslimah untuk masuk ke dalam masjid? Ia mengharapkan jawaban
tentang masalah ini agar dapat menerangkan kepada kaum muslimin.

Jawaban
Boleh bagi wanita muslimah untuk melaksanakan shalat di dalam masjid-masjid,
dan bagi suaminya tidak boleh melarang isterinya jika ia meminta izin untuk pergi
ke masjid selama isterinya tetap menutup aurat dan tidak menampakkan bagian badannya
yang diharamkan bagi orang asing untuk melihatnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan
oleh Abdullah bin Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bawha beliau bersabda.

“Artinya : Jika para isteri kalian minta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid maka izinkanlah mereka”.

Dalam riwayat lain disebutkan

“Artinya : Janganlah kalian melarang mereka untuk berada di dalam masjid jika mereka minta izin kepada kalian”.

Maka berkata Bilal –salah seorang anak Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu- : “Demi Allah kami
pasti akan melarang (mereka ke masjid)”, maka Abdullah berkata : “Aku katakan kepadamu bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan itu tapi (mengapa malah) engkau berkata : “Kami pasti akan melarang mereka”.


Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.

Jika wanita itu tidak menutup aurat hingga nampak bagian tubuhnya yang diharamkan
bagi pria asing untuk melihatnya, atau wanita itu bersolek dan menggunakan wewangian,
maka tidak boleh baginya untuk keluar rumah dalam kondisi seperti ini, apalagi mendatangi
masjid serta melaksanakan shalat di dalamnya, karena hal itu akan menimbulkan fitnah, Allah Subhanahu wa Taala berfirman.
“Artinya : Katakanlah kepada wanita beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka,
dan memlihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali
yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah merekla menutupkan kain kerudung ke dada mereka,
dan janganlah menampakkan perhiasan, kecuali kepada suami mereka…” [An-Nur : 31]
“Artinya : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min
: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
[Al-Ahzab : 59]

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Zainab At-Tsaqafiah menceritakan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam, bahwa beliau bersabda.
“Artinya : Jika seorang wanita di antara kalian mengikuti shalat Isya (di masjid) maka janganlah ia berdandan malam itu”.
Dalam riwayat lain disebutkan.
“Artinya : Jika seorang wanita di antara kalian datang ke masjid maka janganlah ia menyentuh (menggunakan) pewangi”
Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.
Dan dalam hadits-hadits shahih juga telah disebutkan bawa para isteri sahabat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah,
mereka menutupi tubuhnya dengan kain-kain hingga tidak seorangpun mengenali mereka. Dalam hadits lain pun
telah disebutkan bahwa Amrah binti Abdurrahman berkata ; “Aku mendengar Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata
: “Seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam melihat apa yang telah terjadi pada kaum wanita,
tentulah beliau akan melarang mereka pergi ke masjid sebagaimana dilarangnya kaum wanita bani Israil”.
Ditanyakan kepada Amrah : “Kaum wanita bani Israil dilarang pergi ke masjid/” Amrah menjawab : “Ya”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya.
Nash-nash ini dengan jelas menunjukkan bahwa wanita muslimah jika ia konsisten dengan norma
Islam dalam berpakaian dan menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah, yang dapat memperdayakan
orang-orang yang lemah imannya dengan berbagai hiasan yang menggoda, maka tidak ada larangan baginya untuk shalat di masjid. Sebaliknya, jika wanita itu dalam keadaan yang dapat menggoda orang-orang yang cenderung kepada keburukan atau menimbulkan fitnah terhadap orang yang di dalam hatinya terdapat keraguan, maka wanita itu akan dilarang masuk ke dalam masjid, bahkan dilarang baginya untuk keluar dari rumahnya serta menghindari pertemuan-pertemuan umum.
Adapun mengenai kaum wanita di Makkah, mereka tidak ada yang diperkenankan untuk masuk ke dalam masjid-masjid,
maka ini adalah tidak benar, yang benar adalah bahwa dibolehkan bagi mereka masuk ke dalam masjid-masjid bahkan
di bolehkan bagi mereka masuk ke dalam masjidil Haram serta melakukan shalat jama’ah di dalamnya, hanya saja mereka
diberikan tempat khusus agar tidak bercampur dengan kaum pria dalam melaksanakan shalat.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta VII/330-332 no. 873]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsudin Lc, Penerbit Darul Haq]

Pertanyaan

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya : Pria itu dilahirkan sebagai anak Kristiani kemudian ia masuk Islam dan diikuti
oleh isterinya pula, suatu hari Jum’at ketika ia pergi ke masjid bersama isterinya, seseorang berkata ; “Sesungguhnya
seorang wanita muslimah dilarang masuk ke dalam masjid”, maka pria itu mendatangi imam masjid dan bertanya : “Mengapa
wanita muslimah tidak boleh masuk ke dalam masjid?” Imam masjid itu menjawab : “Karena tidak semua wanita muslimah
dalam keadaan suci, bahkan seluruh wanita muslimah di Makkah Al-Mukaramah tidak masuk ke dalam masjid-masjid
karena hal itu tidak diizinkan bagi mereka”. Pria itu membacakan kepada sang imam surat Al-Jumu’ah ayat 9
yang berbunyi : “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli”, Lalu pria itu bertanya : “Apakah hal ini benar?”
dan ini termasuk, ia menyebutkan bahwa kaum wanita Kristiani melaksanakan ibadah di dalam gereja,
tapi mengapa di haramkan bagi wanita muslimah untuk masuk ke dalam masjid? Ia mengharapkan jawaban
tentang masalah ini agar dapat menerangkan kepada kaum muslimin.

Jawaban
Boleh bagi wanita muslimah untuk melaksanakan shalat di dalam masjid-masjid,
dan bagi suaminya tidak boleh melarang isterinya jika ia meminta izin untuk pergi
ke masjid selama isterinya tetap menutup aurat dan tidak menampakkan bagian badannya
yang diharamkan bagi orang asing untuk melihatnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan
oleh Abdullah bin Umar dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bawha beliau bersabda.

“Artinya : Jika para isteri kalian minta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid maka izinkanlah mereka”.

Dalam riwayat lain disebutkan

“Artinya : Janganlah kalian melarang mereka untuk berada di dalam masjid jika mereka minta izin kepada kalian”.

Maka berkata Bilal –salah seorang anak Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu- : “Demi Allah kami
pasti akan melarang (mereka ke masjid)”, maka Abdullah berkata : “Aku katakan kepadamu bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan itu tapi (mengapa malah) engkau berkata : “Kami pasti akan melarang mereka”.


Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.

Jika wanita itu tidak menutup aurat hingga nampak bagian tubuhnya yang diharamkan
bagi pria asing untuk melihatnya, atau wanita itu bersolek dan menggunakan wewangian,
maka tidak boleh baginya untuk keluar rumah dalam kondisi seperti ini, apalagi mendatangi
masjid serta melaksanakan shalat di dalamnya, karena hal itu akan menimbulkan fitnah, Allah Subhanahu wa Taala berfirman.
“Artinya : Katakanlah kepada wanita beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka,
dan memlihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali
yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah merekla menutupkan kain kerudung ke dada mereka,
dan janganlah menampakkan perhiasan, kecuali kepada suami mereka…” [An-Nur : 31]
“Artinya : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min
: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
[Al-Ahzab : 59]

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Zainab At-Tsaqafiah menceritakan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam, bahwa beliau bersabda.
“Artinya : Jika seorang wanita di antara kalian mengikuti shalat Isya (di masjid) maka janganlah ia berdandan malam itu”.
Dalam riwayat lain disebutkan.
“Artinya : Jika seorang wanita di antara kalian datang ke masjid maka janganlah ia menyentuh (menggunakan) pewangi”
Kedua hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.
Dan dalam hadits-hadits shahih juga telah disebutkan bawa para isteri sahabat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah,
mereka menutupi tubuhnya dengan kain-kain hingga tidak seorangpun mengenali mereka. Dalam hadits lain pun
telah disebutkan bahwa Amrah binti Abdurrahman berkata ; “Aku mendengar Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata
: “Seandainya Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam melihat apa yang telah terjadi pada kaum wanita,
tentulah beliau akan melarang mereka pergi ke masjid sebagaimana dilarangnya kaum wanita bani Israil”.
Ditanyakan kepada Amrah : “Kaum wanita bani Israil dilarang pergi ke masjid/” Amrah menjawab : “Ya”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya.
Nash-nash ini dengan jelas menunjukkan bahwa wanita muslimah jika ia konsisten dengan norma
Islam dalam berpakaian dan menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah, yang dapat memperdayakan
orang-orang yang lemah imannya dengan berbagai hiasan yang menggoda, maka tidak ada larangan baginya untuk shalat di masjid. Sebaliknya, jika wanita itu dalam keadaan yang dapat menggoda orang-orang yang cenderung kepada keburukan atau menimbulkan fitnah terhadap orang yang di dalam hatinya terdapat keraguan, maka wanita itu akan dilarang masuk ke dalam masjid, bahkan dilarang baginya untuk keluar dari rumahnya serta menghindari pertemuan-pertemuan umum.
Adapun mengenai kaum wanita di Makkah, mereka tidak ada yang diperkenankan untuk masuk ke dalam masjid-masjid,
maka ini adalah tidak benar, yang benar adalah bahwa dibolehkan bagi mereka masuk ke dalam masjid-masjid bahkan
di bolehkan bagi mereka masuk ke dalam masjidil Haram serta melakukan shalat jama’ah di dalamnya, hanya saja mereka
diberikan tempat khusus agar tidak bercampur dengan kaum pria dalam melaksanakan shalat.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta VII/330-332 no. 873]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsudin Lc, Penerbit Darul Haq]

Tuesday, March 11, 2008

Untukmu, Wahai Wanita


Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat Renungan
khususnya untuk para wanita dan diri sendiri.....

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah
menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya
bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'-kan, aku melihat
perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai
siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena,
menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan
siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat
ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya,
otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat
ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam
tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan
terikat
tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan
kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di
bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan
yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya
buta,
dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka,
otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk
karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu
kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut
dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya
dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang
tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita
yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh
laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang
'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan
yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa
izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci
dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia
berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka
mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting
api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang
yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya
kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas
ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya
karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalk! annya dan
tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya
seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan
yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah
dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan
Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.


Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat Renungan
khususnya untuk para wanita dan diri sendiri.....

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah
menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya
bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'-kan, aku melihat
perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai
siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena,
menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan
siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat
ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya,
otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat
ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam
tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan
terikat
tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan
kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di
bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan
yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya
buta,
dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka,
otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk
karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu
kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut
dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya
dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang
tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita
yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh
laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang
'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan
yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa
izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci
dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia
berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka
mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting
api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang
yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya
kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas
ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya
karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalk! annya dan
tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya
seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan
yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah
dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan
Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

BERBUATLAH YANG TERBAIK - Kisah 4 Istri

Berbuat Baiklah Selama Masih Hidup



Berbuatlah yang terbaik dalam hidupmu selama engkau masih
di dunia...

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4
isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya
harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara
semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat
bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya.
Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari
dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang
pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar
dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta
pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan
mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang
sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan
keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua
kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski
isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si
pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera
meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan
berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun
saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya
pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai,
kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku
akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia
terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi
begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat
menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris-
iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI

Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku
pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan
berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir
hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini,
Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir
di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan
jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling
kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu
membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu.
Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang
isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku
hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan
kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu,
tiba- tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu
dan menemanimu kemana pun kau pergi.

Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri
pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya
seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang
lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik
saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti
ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri
ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya
yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah
dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu
dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa
saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita
meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka
akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan
sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah
tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa
pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa
terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka
menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah
JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita
sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana
pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita
di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak
serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan
pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun
kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat
berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan
bijak.


Pesan Seorang Ayah

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya
meninggal, sebelumnya berpesan dua hal:
1. Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang
kepadamu.. dan
2. Jika pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukamu
terkena sinar matahariĆ¢€¦
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa
beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung
bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada
mereka...

Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti
pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih
hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai
akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang
kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.
Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang
dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena
sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau
andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi
karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku
bertambah banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun
bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya
mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya
tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya,
maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian
modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika
saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh
terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko
sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari
terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka,
dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga
karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku
menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Bagaimana dengan kita?
Kisah di atas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di
tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat
dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya
adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita
bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena
rutinitas kita ... pilihan ada di tangan kita.
"Berusahalah melakukan hal biasa yang dikerjakan
dengan cara yang luar biasa..."
- Jens Lehmann -
No 1 GoalKeeper 2007 (FIFA2007) and The Best
Motivator in ARSENAL (Arsene Wenger, May 2007)


Berbuat Baiklah Selama Masih Hidup



Berbuatlah yang terbaik dalam hidupmu selama engkau masih
di dunia...

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4
isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya
harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara
semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat
bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk
memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya.
Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari
dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang
pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar
dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta
pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan
mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang
sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan
keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua
kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski
isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si
pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera
meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan
berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun
saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya
pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai,
kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku
akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia
terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi
begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat
menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris-
iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI

Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku
pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan
berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir
hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini,
Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir
di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan
jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling
kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu
membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu.
Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang
isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku
hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan
kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu,
tiba- tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu
dan menemanimu kemana pun kau pergi.

Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri
pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya
seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang
lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik
saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti
ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri
ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya
yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah
dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu
dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa
saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita
meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka
akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.
Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan
sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah
tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa
pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan bisa
terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka
menemani kita. Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah
JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita
sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana
pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita
di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak
serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan
pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun
kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat
berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan
bijak.


Pesan Seorang Ayah

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya
meninggal, sebelumnya berpesan dua hal:
1. Jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang
kepadamu.. dan
2. Jika pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukamu
terkena sinar matahariĆ¢€¦
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa
beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung
bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada
mereka...

Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti
pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih
hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai
akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang
kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.
Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang
dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena
sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau
andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi
karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku
bertambah banyak.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun
bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung: Ini semua adalah karena saya
mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya
tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya,
maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian
modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika
saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh
terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko
sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari
terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka,
dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga
karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku
menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama.
Bagaimana dengan kita?
Kisah di atas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di
tanggapi dengan presepsi yang berbeda jika kita melihat
dengan positif attitude maka segala kesulitan sebenarnya
adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita
bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena
rutinitas kita ... pilihan ada di tangan kita.
"Berusahalah melakukan hal biasa yang dikerjakan
dengan cara yang luar biasa..."
- Jens Lehmann -
No 1 GoalKeeper 2007 (FIFA2007) and The Best
Motivator in ARSENAL (Arsene Wenger, May 2007)