Google

Tuesday, March 11, 2008

Al-Qur'an

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu
perkebunan di suatu
pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan
cucu lelakinya yg
masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan
membaca Quran di
meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali
menjadi seperti
kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun
semampunya. Suatu
hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk
membaca Qur'An
seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya,
dan apa yang aku
pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih
kebaikan dari
membaca Qur'An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan
batubara di
dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia
menjawab, "
Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi
penuhi dengan
air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan
kakek, tetapi
semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus
melakukukannya lebih
cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai
dengan keranjang
tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat,
tetapi tetap,
lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
Dengan
terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil
membawa air
dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka
sang cucu
mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya
mau keranjang
batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang
kakek pergi ke
luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin
sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin
menunjukkan kepada
kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air
tetap akan
bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan
berlari sekuat
tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan
kakek
keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia
berkata, " Lihat
Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu
menurut, melihat ke
dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari
bahwa keranjang
itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari
keranjang
batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "
Cucuku, hal
itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak
bisa memahami
atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi,
kamu akan
berubah, luar dalam.

Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu
perkebunan di suatu
pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan
cucu lelakinya yg
masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan
membaca Quran di
meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali
menjadi seperti
kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun
semampunya. Suatu
hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk
membaca Qur'An
seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya,
dan apa yang aku
pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih
kebaikan dari
membaca Qur'An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan
batubara di
dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia
menjawab, "
Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi
penuhi dengan
air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan
kakek, tetapi
semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus
melakukukannya lebih
cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai
dengan keranjang
tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat,
tetapi tetap,
lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
Dengan
terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil
membawa air
dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka
sang cucu
mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya
mau keranjang
batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang
kakek pergi ke
luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin
sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin
menunjukkan kepada
kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air
tetap akan
bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan
berlari sekuat
tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan
kakek
keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia
berkata, " Lihat
Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu
menurut, melihat ke
dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari
bahwa keranjang
itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari
keranjang
batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "
Cucuku, hal
itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak
bisa memahami
atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi,
kamu akan
berubah, luar dalam.

Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."

No comments: